BONE– Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, denyut persiapan kurban mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Bone. Di tengah semangat berbagi yang identik dengan hari raya tersebut, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyiapkan distribusi puluhan hewan kurban untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 42 ekor hewan kurban akan disalurkan ke berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pesantren, TK-TPA, keluarga prasejahtera, petugas satuan tugas (Satgas), hingga desa-desa yang selama ini membutuhkan perhatian.

Komitmen itu disampaikan H. Andi Asman di rumah jabatan Bupati Bone di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Tanete Riattang, saat menjelaskan persiapan pelaksanaan Iduladha di Kabupaten Bone.

Di balik angka 42 ekor hewan kurban tersebut, tersimpan pesan yang ingin dibangun: memastikan kebahagiaan Iduladha tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau mereka yang berada di pelosok dan kelompok masyarakat yang jarang tersentuh.

“Saya akan distribusi sebanyak 42 ekor. Akan disalurkan ke berbagai tempat yang membutuhkan,” ujar Andi Asman, Jumat (22/5/2026).

Bagi Andi Asman, kurban bukan semata ritual tahunan. Ia memandang Iduladha sebagai ruang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, sasaran penerima tidak dibatasi hanya pada keluarga kurang mampu. Lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan TK-TPA juga masuk dalam prioritas, mengingat perannya sebagai ruang pembinaan generasi muda dan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

“Ada pesantren, keluarga-keluarga yang membutuhkan, termasuk Satgas. Ada juga tempat-tempat keluarga kurang mampu yang akan kita sisir,” katanya.

Distribusi tersebut juga akan diarahkan ke sejumlah desa di Kabupaten Bone. Langkah ini dilakukan agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan merata, terutama di wilayah yang akses bantuan sosialnya masih terbatas.

Di banyak tempat, daging kurban kerap menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat. Bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga karena menghadirkan rasa kebersamaan dan perhatian sosial yang datang setahun sekali.

Melalui distribusi ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan makna itu lebih dekat kepada masyarakat.

Andi Asman juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut berpartisipasi dalam ibadah kurban sesuai kapasitas masing-masing.

Menurutnya, semangat Iduladha sejatinya tidak berhenti pada penyembelihan hewan, melainkan bagaimana nilai kepedulian dapat tumbuh dan dirasakan bersama.

Ia pun berharap seluruh panitia kurban nantinya dapat menyalurkan daging secara adil dan tepat sasaran, dengan memprioritaskan keluarga kurang mampu sebagai penerima utama.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini, Andi Asman berencana melaksanakannya di Arasoe, Kecamatan Awangpone.

Lokasi tersebut juga akan menjadi tempat penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia bagi masyarakat Kabupaten Bone.

Di tengah persiapan menyambut Iduladha 1447 Hijriah, distribusi 42 hewan kurban itu menjadi simbol bahwa semangat berbagi tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi hadir sebagai upaya menjangkau mereka yang membutuhkan perhatian.

Bagi sebagian warga, mungkin itu bukan sekadar daging kurban. Melainkan tanda bahwa mereka tidak dilupakan. (*)