Bone — Di balik jalur terjal dan aliran sungai yang deras, tersembunyi sebuah permata alam yang memesona: La Gole, destinasi wisata alami di Desa Palongki, Kecamatan Tellu Siattinge. Hari Minggu (15/6), Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bone, Barham, melakukan kunjungan langsung ke lokasi ini dalam rangka meninjau potensi dan memulai langkah awal pengembangan La Gole sebagai destinasi unggulan daerah.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bone yang dipimpin oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaeman, dalam mewujudkan keadilan pembangunan di seluruh sektor dan wilayah, termasuk kawasan terpencil seperti Tellu Siattinge.

“La Gole bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga soal warisan budaya dan cerita rakyat yang hidup dalam masyarakat,” ujar Barham saat berbincang dengan warga setempat.

Daya tarik utama La Gole terletak pada kejernihan airnya yang menjadi habitat ikan Sidat lokal yang oleh masyarakat dikenal sebagai Bale Massapi. Keberadaan ikan ini dipercaya hanya muncul bagi mereka yang ‘beruntung’, menambahkan aura mistis dan rasa penasaran yang menggoda para pelancong.

Walaupun akses menuju La Gole masih menantang melintasi jalan curam dan menyeberangi sungai pengalaman yang ditawarkan sungguh tak ternilai. Pepohonan rindang, suara gemericik air, dan udara segar pegunungan menjadikan La Gole sebagai oase tersembunyi bagi pencinta alam dan petualangan.

“Ini potensi besar. Kita akan dorong infrastruktur dan promosi untuk mengangkat La Gole ke panggung pariwisata yang lebih luas. Kita ingin wisata di Bone berkembang secara merata, bukan hanya di pusat kota,” tambah Barham.

Pemerintah melalui Dinas Pariwisata berencana menata akses jalan, menyediakan fasilitas dasar bagi pengunjung, serta menggandeng komunitas lokal untuk menjadi pelaku utama pengembangan kawasan wisata ini.

Dengan upaya ini, La Gole diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi warga sekitar.

Mari ramaikan La Gole keindahan alam dan kearifan lokal yang menanti untuk dijelajahi. (*)