BONE– Bagi masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bone, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu titik ke titik lain. Jalan adalah urat nadi kehidupan. Dari sanalah hasil panen diangkut ke pasar, anak-anak berangkat ke sekolah, hingga warga memperoleh akses menuju layanan kesehatan dan pusat-pusat ekonomi.

Kesadaran akan pentingnya infrastruktur itulah yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone. Pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah dibawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman-H. Andi Akmal Pasluddin (BerAmal) mengalokasikan anggaran sekitar Rp32,3 miliar untuk membangun jalan baru sepanjang 7,5 kilometer yang tersebar di sejumlah wilayah.

Program yang dikelola melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas BMCKTR Kabupaten Bone H. Askar, ST., M.Si melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMCKTR Bone, Jumran, mengatakan seluruh pembangunan jalan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Seluruh pekerjaan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan akses transportasi serta kelancaran distribusi ekonomi,” kata Jumran.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menegaskan pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, jalan yang baik akan membuka keterisolasian wilayah, memperpendek waktu tempuh masyarakat, sekaligus mempermudah distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan berbagai sektor usaha lainnya yang menjadi penopang ekonomi Kabupaten Bone.

“Pembangunan jalan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Konektivitas antarwilayah harus terus diperkuat agar aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujar Andi Asman.

Pembangunan jalan tahun 2026 dibagi dalam empat paket pekerjaan. Paket pertama mencakup pembangunan ruas Pammusureng–Bana sepanjang 0,80 kilometer dan Pammusureng–Mattirowalie sepanjang 1 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp8,6 miliar.

Paket kedua meliputi pembangunan Jalan Desa Bulu Tanah sepanjang 1 kilometer serta pengaspalan Jalan Desa Mappesangka sepanjang 1 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp7,7 miliar.

Sementara itu, paket terbesar berada pada pembangunan ruas Jalins–Kajuara sepanjang 2,7 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp12,1 miliar. Adapun paket terakhir berupa pembangunan ruas Ureng–Lonrong sepanjang 1 kilometer dengan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.

Jika seluruh paket tersebut rampung sesuai target, masyarakat akan menikmati akses transportasi yang lebih baik. Mobilitas warga menjadi lebih cepat, biaya angkut hasil pertanian dapat ditekan, dan aktivitas perdagangan antarwilayah diharapkan semakin berkembang.

Komitmen pemerintah daerah terhadap infrastruktur juga tidak berhenti pada pembangunan jalan baru. Pada tahun yang sama, Pemkab Bone turut mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi jalan, pemeliharaan berkala, serta pembangunan dan penggantian jembatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat tantangan infrastruktur di Kabupaten Bone masih cukup besar. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bone periode 2024–2025, sekitar 629 kilometer atau hampir 40 persen dari total 1.559,51 kilometer ruas jalan kabupaten masih berstatus belum mantap.

Karena itu, setiap kilometer jalan yang dibangun bukan sekadar menambah panjang infrastruktur, melainkan menghadirkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan, memperluas peluang usaha, dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Dengan pembangunan jalan yang terus berlanjut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap denyut perekonomian masyarakat semakin bergerak. Jalan-jalan baru tersebut diharapkan menjadi penghubung bagi berbagai potensi daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Bone. (*)