BONE– Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus bergema di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terasa di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Jalan Sultan Hasanuddin, Selasa (18/8/2026).

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman hadir langsung dalam kegiatan Gebyar Merdeka yang digelar jajaran Dinas TPHP. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, para pejabat SKPD, jajaran Dinas TPHP, penyuluh pertanian, serta keluarga besar sektor pertanian.

Kegiatan diawali dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Bone bersama jajaran Dinas TPHP. Setelah itu, halaman kantor berubah menjadi arena penuh tawa. Beragam perlombaan khas Agustusan digelar, mulai dari makan kerupuk, karaoke solo hingga berbagai permainan rakyat lainnya.

Namun, Gebyar Merdeka di Dinas TPHP kali ini memiliki warna tersendiri. Perlombaan tidak hanya menghadirkan permainan rakyat, tetapi juga mengangkat aktivitas yang dekat dengan keseharian insan pertanian.

Sejumlah lomba digelar, di antaranya perlombaan antar-Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), lomba ubinan jagung dan padi antar-kecamatan, lomba antar-pengecer pupuk, hingga lomba penyajian makanan.

Pada lomba makanan, para peserta menampilkan beragam olahan tradisional. Aneka menu bernuansa kampung disajikan dengan penuh kreativitas, sekaligus membawa suasana nostalgia tentang cita rasa makanan tradisional yang masih lekat dengan kehidupan masyarakat Bone.

Penilaian lomba makanan bahkan dilakukan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone bersama jajaran pengurusnya.

Antusiasme jajaran pertanian mengikuti kegiatan tersebut terlihat begitu besar. Para penyuluh, pegawai, hingga jajaran di tingkat kecamatan larut dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan.

Ada kenangan panjang yang membuatnya merasa dekat dengan kantor tersebut.

Di hadapan keluarga besar pertanian, Andi Asman mengenang masa ketika dirinya masih berstatus ASN dan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama berada di lingkungan Dinas Pertanian. Bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kebersamaan, kekompakan dan rasa kekeluargaan.

“Di sini saya belajar banyak. Kantornya sederhana, tetapi ilmunya segudang,” ujarnya dalam sambutan.

Menurutnya, dari sejumlah kantor yang pernah ditempatinya selama perjalanan sebagai ASN, Dinas Pertanian menjadi salah satu tempat yang paling meninggalkan kesan.

“Sudah 16 kali saya pindah kantor. Kantor ini yang paling kompak,” katanya.

Kekompakan itulah yang kemudian menjadi pesan utama Andi Asman kepada seluruh keluarga besar pertanian. Ia berharap ikatan antarsesama insan pertanian tetap terjaga dan semakin kuat.

“Ini bukan hanya sekadar untuk kita lomba. Kita ingin kembali bersilaturahmi dan kembali mengikat kebersamaan. Ada ikatan pertanian yang kuat supaya tidak gampang dibubarkan atau dicerai-beraikan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran pertanian tidak mudah saling iri ketika bantuan atau program pemerintah diberikan kepada kelompok maupun wilayah tertentu.

Menurutnya, setiap bantuan harus diterima dengan rasa syukur dan dikelola secara ikhlas. Sebab, semangat kebersamaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun pertanian di Bone.

Dalam kesempatan itu, Andi Asman juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran pertanian yang terus bekerja meski menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan pertanian yang tetap dapat berjalan berkat komitmen dan semangat jajaran terkait.

“Semangat itu mengalahkan segala-galanya,” tegasnya.

Bagi Andi Asman, pertanian bukan sekadar sektor pekerjaan. Di dalamnya terdapat hubungan emosional antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan petani yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Ia bahkan menceritakan pengalaman ketika bertemu seorang petani yang pernah dibantunya. Petani tersebut datang menemuinya dengan penuh haru dan mengucapkan terima kasih karena hasil pertaniannya telah mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.

Momen itu, kata Andi Asman, menjadi pengingat bahwa kerja pemerintah di sektor pertanian pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa di balik program, bantuan, penyuluhan dan berbagai kegiatan pertanian, ada kehidupan masyarakat yang dipertaruhkan.

Gebyar Merdeka pun akhirnya bukan sekadar pesta Agustus.

Di halaman Kantor Dinas TPHP Bone, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang dekat dengan kehidupan para pegawai dan petani: tertawa bersama, berlomba, menyajikan makanan tradisional, bernyanyi, sekaligus mengingat kembali perjalanan panjang kebersamaan.

Di tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya itu, Bupati Bone kembali mengingat satu hal: kekompakan adalah kekuatan.

Dan di tengah semarak merah putih, keluarga besar pertanian Bone seolah kembali menegaskan bahwa semangat membangun daerah harus tumbuh dari kebersamaan, kerja keras dan keikhlasan. (*)