BONE– Suara tepuk tangan dan sorak-sorai menggema di lapangan apel saat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM berdiri di hadapan ratusan atlet, pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta pengurus cabang olahraga se-Kabupaten Bone Jumat, 31 Juli 2026. Apel bersama itu bukan sekadar seremoni. Di balik barisan yang rapi, tersimpan tekad besar Kabupaten Bone untuk menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus tampil sebagai juara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026.

Turut mendampingi Bupati Bone dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd, Ketua KONI Kabupaten Bone Drs. Asiswa Karim, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Di hadapan para atlet, H. Andi Asman Sulaiman tidak hanya memberi motivasi, tetapi juga menyampaikan pesan yang tegas. Menurutnya, seluruh atlet yang mengenakan lambang Kabupaten Bone adalah representasi kepercayaan masyarakat.

“Kalian adalah kepercayaan masyarakat Bone. Membawa nama baik Bone. Dan yang terpenting, kita ini adalah tuan rumah. Menjadi tuan rumah yang baik, tapi juga menjadi tuan rumah yang juara,” tegasnya.

Bagi Bupati Bone, status sebagai tuan rumah bukan alasan untuk berpuas diri. Justru menjadi tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan bahwa Bone mampu berjaya di kandang sendiri.

Tidak Ada Alasan Mengurangi Latihan

Dalam arahannya, Andi Asman mengingatkan agar para atlet tidak mengurangi intensitas latihan. Menurutnya, keberhasilan meraih medali emas tidak lahir secara instan, tetapi melalui kerja keras yang konsisten.

Ia menegaskan bahwa latihan bisa dilakukan di mana saja. Yang paling penting adalah kesungguhan dalam mempersiapkan diri.

“Jangan pernah berhenti berlatih. Berlatih di mana saja. Yang terpenting persiapkan diri,” pesannya.

Bahkan kepada cabang olahraga yang selama ini menjadi andalan Bone, Bupati memberikan target yang jelas.

“Mau cabang olahraga baru ataupun lama, targetnya emas.”

Ia secara khusus menyinggung cabang olahraga Judo, dayung yang selama ini menjadi lumbung medali.

“Pokoknya saya tidak mau tahu. Yang penting Judo, dayung harus emas. Ada laut, silakan latihan. Sampai ke Kolaka pun kalau perlu.”

Begitu pula kepada atlet atletik.

“Mana atlet lari? Kalau perlu lari semalam.”

Ucapan itu disambut gelak tawa sekaligus tepuk tangan para peserta apel.

Di sela-sela arahannya, Andi Asman Sulaiman juga membagikan pengalamannya menjaga kebugaran. Ia mengaku masih rutin berjalan kaki setiap hari.

“Saya ini tukang jalan kaki. Tadi saya baru empat putaran, biasanya tujuh putaran. Memang lutut sudah tidak muda lagi.”

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

“Yang sering merokok, mulai dikurangi. Jaga kesehatan. Ikuti arahan pelatih.”

Pesan itu menjadi penegasan bahwa prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh latihan, tetapi juga disiplin dalam menjaga kondisi fisik.

Anggaran Disiapkan, Bonus Menanti

Pernyataan yang paling mengundang antusiasme atlet muncul ketika Bupati memastikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bone terhadap persiapan Porprov.

Ia menegaskan anggaran pembinaan telah disiapkan dan akan segera didistribusikan.

“Paling lambat hari Senin kita distribusi anggaran dana pembinaan. Ini bentuk dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone.”

Mendengar kepastian tersebut, para atlet spontan memberikan tepuk tangan dan sorakan.

Namun dukungan pemerintah tidak berhenti pada pembinaan. Bupati juga menjanjikan apresiasi khusus bagi atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas.

“Saya siapkan hadiah terbaik untuk peraih emas. Pokoknya emas dibayar dengan berlian.”

Kalimat itu langsung membakar semangat seluruh peserta apel.

Latihan Cerdas, Bukan Sekadar Keras

Selain kerja keras, Bupati juga meminta seluruh pelatih dan pengurus cabang olahraga menerapkan strategi yang matang.

Menurutnya, lawan harus dipelajari sejak sekarang.

“Cari kelemahan lawan. Jangan bermain di kekuatannya. Mulai sekarang dipetakan kabupaten mana yang kuat dan bagaimana cara menghadapinya.”

Ia juga mengingatkan atlet agar tidak memaksakan diri berlatih menjelang pertandingan hingga mengalami cedera.

“Ikuti pelatih. Jangan sampai sudah dekat pertandingan malah cedera.”

Menjunjung Sportivitas

Di akhir arahannya, Bupati Bone memberi perhatian serius terhadap penyelenggaraan Porprov yang bersih dan sportif.

Ia menegaskan tidak akan mentoleransi praktik kecurangan, termasuk adanya komunikasi tidak wajar antara peserta dengan juri atau wasit.

“Kalau ada yang curang, laporkan disertai bukti. Saya tidak mau ada permainan. Kalau saya dengar ada wasit atau juri yang bermain, saya hentikan pertandingan.”

Ia bahkan meminta seluruh pertandingan didokumentasikan secara maksimal agar semua proses berlangsung transparan.

Baginya, menjadi tuan rumah bukan berarti harus memenangkan pertandingan dengan cara yang tidak sportif. Justru Bone harus menjadi contoh penyelenggaraan olahraga yang adil, profesional, dan bermartabat.

Di penghujung apel, satu pesan kembali ditegaskan kepada seluruh atlet. Kepercayaan masyarakat Bone kini berada di pundak mereka. Pemerintah telah menyiapkan dukungan, pembinaan, hingga penghargaan. Kini, tugas para atlet adalah menjawab kepercayaan itu dengan latihan, disiplin, kekompakan, dan prestasi.

Porprov XVIII 2026 masih menanti. Namun dari lapangan apel pagi itu, semangat untuk mengejar emas telah lebih dulu dinyalakan. Bagi Bone, menjadi tuan rumah saja belum cukup. Targetnya hanya satu: berdiri di podium juara. (*)