BONE — Kemenangan Bone Beramal FC di ajang Sulsel Cup 2026 tidak sekadar menghadirkan sebuah trofi. Bagi masyarakat Kabupaten Bone, keberhasilan tersebut menjadi momentum kebanggaan yang dirayakan bersama melalui arak-arakan juara yang berlangsung meriah.

Suasana penuh sukacita terlihat ketika para pemain dan jajaran tim Bone Beramal FC diarak mengelilingi sejumlah wilayah. Trofi juara diangkat tinggi-tinggi, sementara warga berkerumun memberikan sambutan dan dukungan kepada tim kebanggaan mereka.

Euforia kemenangan itu juga mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran instansi keagamaan. Kepala KUA Ulaweng H. Muhammad Saleh, S.Pd.I., M.Pd turut hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para pemain dan staf pelatih.

Kehadirannya bukan sekadar ikut meramaikan perayaan. Momen tersebut menjadi bentuk dukungan moral terhadap perkembangan olahraga serta kegiatan positif yang melibatkan generasi muda di Kabupaten Bone.

Di tengah kemeriahan arak-arakan, Kepala KUA Ulaweng juga menyempatkan diri berfoto bersama Safar, salah satu pemain andalan Bone Beramal FC. Pertemuan singkat itu menjadi gambaran bagaimana prestasi olahraga dapat mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Safar tampil mengenakan atribut juara dan medali yang menjadi simbol perjuangan panjang bersama tim. Senyum dan kebanggaan terpancar dari wajah pemain muda tersebut saat menerima apresiasi dari masyarakat.

Bukan hanya kalangan pemerintahan dan instansi keagamaan yang ikut merayakan. Dukungan juga datang dari lingkungan pendidikan. Kepala SDN 1 Watampone Musdalifah, S.Pd. Gr sekaligus Ketua DWP KUA Kecamatan Ulaweng tampak berfoto bersama Safar, yang disebut sebagai alumni sekolah tersebut, bersama wali murid pada kelas 6 SD.

Kisah itu memperlihatkan bahwa perjalanan seorang atlet tidak berdiri sendiri. Ada lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai pihak yang turut menjadi bagian dari proses tumbuhnya seorang pemain hingga mampu mengukir prestasi.

Bagi masyarakat Bone, keberhasilan Bone Beramal FC membawa pulang gelar Sulsel Cup 2026 memiliki makna yang lebih luas. Trofi tersebut menjadi simbol kerja keras, kekompakan, dan semangat para pemain dalam membawa nama daerah ke panggung kompetisi.

Di balik sorak-sorai dan kemeriahan pawai, terdapat cerita tentang perjuangan tim yang akhirnya berbuah kebanggaan. Para pemain dan staf pelatih mendapat apresiasi atas dedikasi mereka sepanjang perjalanan kompetisi.

Kepala KUA Ulaweng menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi kepada Safar dan seluruh tim yang telah berjuang hingga berhasil membawa pulang piala ke tanah Bone.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda. Prestasi di lapangan tidak hanya menghadirkan kebanggaan, tetapi juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan menginspirasi anak-anak muda untuk terus mengembangkan potensi mereka.

Arak-arakan kemenangan Bone Beramal FC akhirnya menjadi lebih dari sekadar pesta juara. Ia berubah menjadi perayaan kebanggaan bersama—ketika pemain, pelatih, sekolah, instansi, keluarga, dan masyarakat berdiri dalam satu suasana: merayakan perjuangan anak-anak Bone yang berhasil membawa pulang trofi kebanggaan. (*)