BONE – Ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas memadati Lapangan Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Kamis (25/6/2026). Di tengah suasana penuh kehangatan dan kepedulian, Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bone dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone menggelar kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah.
Kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan antara harapan, perhatian, dan komitmen bersama untuk memastikan anak-anak yatim serta penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menatap masa depan.
Hadir dalam kegiatan itu Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Ketua Baznas Bone Drs. H. Zainal Abidin, Ketua TP PKK Bone Hj. Maryam Andi Asman, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bone Andi Takdir, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, anak-anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan pendidikan serta paket sembako. Bantuan itu bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol hadirnya perhatian dan kasih sayang dari pemerintah serta masyarakat kepada mereka yang membutuhkan dukungan.
Di hadapan para peserta, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan pesan yang sarat motivasi. Ia menegaskan bahwa status sebagai anak yatim maupun kondisi disabilitas tidak boleh menjadi hambatan untuk meraih pendidikan dan cita-cita.
Menurutnya, banyak orang yang lahir dari keterbatasan justru mampu menunjukkan semangat belajar yang luar biasa dan berhasil mengubah nasib melalui pendidikan.
“Biasanya orang yang tidak ada, itu bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak ada yang mustahil. Ke depan, di sini anak yatim piatu akan ada yang menjadi camat, bupati, menteri bahkan presiden,” ujarnya disambut antusias para peserta.
Pesan tersebut menggambarkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi yang sama untuk sukses, selama mendapatkan kesempatan dan dukungan yang memadai.
Karena itu, Andi Asman meminta seluruh pihak terkait untuk lebih serius mendata anak-anak yatim di Kabupaten Bone. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Tolong juga didata anak yatim, sehingga jangan ada yang terputus sekolah. Tidak ada alasan sekarang tidak sekolah,” tegasnya.
Komitmen tersebut diperkuat dengan berbagai program pendidikan yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah program Sekolah Rakyat, yang dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa pada masa mendatang.
Program itu didukung pembangunan sarana pendidikan dengan anggaran mencapai Rp230 miliar. Investasi besar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.
Di balik senyum anak-anak yang menerima bantuan hari itu, tersimpan harapan besar tentang masa depan yang lebih cerah. Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga pengingat bahwa pembangunan daerah harus menghadirkan ruang yang setara bagi semua warga, tanpa terkecuali.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bone, Kemenag Bone, dan Baznas Bone berharap dapat terus menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, serta optimisme anak-anak yatim dan penyandang disabilitas agar terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan menggapai cita-cita setinggi mungkin.
Sebab, dari tangan-tangan kecil yang hari ini menerima perhatian dan dukungan, bukan tidak mungkin akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi Bone, Sulawesi Selatan, bahkan Indonesia. (*)


Tinggalkan Balasan