BONE — Kibaran bendera Merah Putih dari tangan anak-anak sekolah menjadi pemandangan yang menyambut kedatangan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, di ruas jalan Camming–Bune–Talumae, Kecamatan Libureng, Sabtu (3/10/2026).
Ratusan pelajar berdiri berjejer di sepanjang jalan. Wajah-wajah penuh antusias tampak menyambut orang nomor satu di Kabupaten Bone itu. Di tengah suasana yang meriah, Bupati Andi Asman berjalan perlahan menyapa warga dan para pelajar yang telah menantinya.
Penyambutan semakin semarak dengan pengalungan kain sutra khas daerah oleh Camat Libureng. Tari Padduppa yang dibawakan penari lokal kemudian turut mengiringi prosesi sebagai simbol penghormatan sekaligus ungkapan syukur masyarakat atas terealisasinya pembangunan akses jalan tersebut.
Hari itu bukan sekadar seremoni peresmian sebuah ruas jalan. Bagi masyarakat setempat, hadirnya jalan yang lebih baik membawa harapan baru untuk aktivitas sehari-hari—mulai dari mobilitas warga, akses pendidikan, hingga pergerakan hasil-hasil ekonomi masyarakat. Peresmian Infrastruktur Jalan BERAMAL Ruas Camming–Bune–Talumae tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan prasasti infrastruktur jalan dan pemotongan pita secara bersama-sama oleh Bupati Bone. Prosesi tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bone, di antaranya Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bone Dr. H. Muslimin, SE., MM, serta Chaerul Anam, S.Q., S.Sos, anggota DPRD Bone dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Turut hadir Pj. Sekda Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone Ir. H. Askar, ST., M.Si, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Bupati Bone mengatakan pembangunan ruas Camming–Bune–Talumae merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar akses ekonomi masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur jalan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi penghubung berbagai aktivitas, termasuk perdagangan, pendidikan, pelayanan pemerintahan, dan kegiatan sosial. “Jalan ini adalah urat nadi masyarakat. Alhamdulillah hari ini kita resmikan, dan kita rangkai dengan Maulid Nabi sebagai bentuk syukur. Mari kita jaga dan manfaatkan bersama,” ujar Bupati.
Rp7,6 Miliar untuk 2,7 Kilometer Jalan
Kepala Dinas BMCKTR Bone Ir. H. Askar, ST., M.Si melalui Kepala Bidang Bina Marga, Jumran, menjelaskan pembangunan ruas jalan tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026. Nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp7,6 miliar. Infrastruktur yang dibangun memiliki panjang sekitar 2,7 kilometer dengan lebar 4,5 meter.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki akses transportasi sekaligus membuka konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah yang dilalui ruas jalan tersebut. Dengan selesainya pembangunan, jalan Camming–Bune–Talumae diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas masyarakat.
Jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari warga kini diharapkan mampu memberikan akses yang lebih lancar. Mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, sementara aktivitas ekonomi memiliki ruang untuk berkembang.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan program BERAMAL (Bersama Membangun Bone). Di tengah kemeriahan peresmian dan lantunan peringatan Maulid Nabi, satu pesan kemudian mengemuka: pembangunan jalan bukanlah akhir dari sebuah program, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk merawat dan memanfaatkannya.
Bendera Merah Putih yang dikibarkan para pelajar saat menyambut Bupati pun seolah menjadi bagian dari cerita tentang sebuah jalan yang tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menghubungkan harapan masyarakat dengan pembangunan yang mereka nantikan. Dari Camming, menuju Bune hingga Talumae, jalan baru itu kini menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Bone. (*)


Tinggalkan Balasan