BONE– Deru mesin puluhan truk bermuatan bantuan pangan memecah suasana duka di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Di tengah luka akibat banjir besar yang melanda sejak Jumat, 8 Mei 2026, harapan perlahan datang bersama iring-iringan bantuan dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Truk-truk bantuan itu membawa paket sembako yang diperuntukkan bagi ribuan warga terdampak banjir di berbagai wilayah Kabupaten Bone. Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang beberapa hari terakhir bertahan di tengah genangan air, keterbatasan bahan pangan, serta aktivitas yang lumpuh akibat bencana.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bone, sebanyak 1.333 warga terdampak dalam musibah banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan dan meluapnya sejumlah aliran sungai. Bencana ini bahkan meninggalkan duka mendalam setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia, masing-masing seorang anak berusia lima tahun dan seorang lanjut usia.

Kesedihan masyarakat Bone pun mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Bantuan terus berdatangan, mulai dari pemerintah provinsi hingga lembaga kemanusiaan dan para relawan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya juga telah mengalokasikan bantuan senilai Rp1 miliar serta ratusan paket bantuan untuk warga terdampak.

Kini, perhatian tertuju pada kedatangan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang dijadwalkan hadir langsung di Kabupaten Bone pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Kehadiran tokoh nasional asal Sulawesi Selatan itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat.

Menteri Pertanian dijadwalkan meninjau langsung posko banjir di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Di lokasi tersebut, ribuan warga masih bertahan sambil menunggu kondisi benar-benar pulih.

Kedatangan Menteri Pertanian RI bukan sekadar membawa bantuan logistik, tetapi juga memberi semangat moral bagi masyarakat Bone agar tetap kuat menghadapi musibah. Di tengah suasana duka dan kelelahan para korban, perhatian pemerintah menjadi bukti bahwa masyarakat Bone tidak sendiri.

Banjir yang melanda Bone kali ini menjadi salah satu bencana yang menyita perhatian publik Sulawesi Selatan. Namun di balik bencana tersebut, terlihat pula kuatnya solidaritas dan kepedulian dari berbagai pihak yang terus bergerak membantu warga terdampak.

Di posko-posko pengungsian, para relawan, petugas BPBD, tenaga kesehatan, TNI-Polri, hingga masyarakat setempat bahu membahu memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi. Sementara itu, bantuan pangan dari Kementan dan Bapanas diharapkan mampu meringankan beban masyarakat hingga kondisi kembali normal. (*)