BONE — Aula Lateya Riduni, Senin (14/9/2026), menjadi saksi bergulirnya kembali roda birokrasi Pemerintah Kabupaten Bone. Sejumlah pejabat eselon II, III, dan IV resmi menempati jabatan baru melalui prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.
Salah satu wajah yang kini mendapat amanah baru adalah Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd. Ketua PGRI Kabupaten Bone itu resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Bupati Bone dan disaksikan Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM.
Bagi Muhammad Rusdi, jabatan tersebut bukan sekadar perpindahan posisi dalam struktur pemerintahan. Dinas Pendidikan merupakan salah satu perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masa depan generasi Bone. Pengalaman dan kiprahnya di dunia pendidikan serta organisasi profesi guru menjadi modal untuk mengemban amanah tersebut.
Jabatan yang ditinggalkan Muhammad Rusdi diisi oleh H. Anwar, SH., M.Si., MH., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bone. Sementara itu, Hasnawati Ramli, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dimutasi menjadi Kepala Dinas Perikanan. Jabatan yang ditinggalkannya kemudian diisi Andi Muhammad Ikbal, yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD Bone.
Usai prosesi pelantikan, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan pesan yang tegas kepada seluruh pejabat yang baru menerima amanah. Ia meminta seluruh pejabat bekerja serius, maksimal, dan fokus pada tugas masing-masing.
Menurut Andi Asman, perjalanan kepemimpinannya yang telah berlangsung lebih dari satu tahun terasa begitu cepat. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memanfaatkan waktu yang tersisa untuk bekerja dan menghasilkan capaian yang nyata bagi masyarakat. “Saya minta bekerja serius. Jangan sampai saya kembali berjuang sendiri. Saya percayakan kepada Bapak dan Ibu yang sudah dilantik untuk melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.
Bagi Bupati, jabatan merupakan kepercayaan yang harus dibuktikan melalui kinerja. Pejabat yang telah diberi kesempatan menduduki sebuah posisi harus berani mengambil langkah sesuai aturan dan tidak ragu menjalankan tugas.
Andi Asman bahkan mengingatkan agar para pejabat tidak menghabiskan waktu untuk melakukan pendekatan-pendekatan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. “Kerjakan saja pekerjaan yang sesuai dengan aturan. Selesai. Tidak usah ke mana-mana, ke sini, ke mana. Fokus bekerja,” ujarnya.
Pesan itu menjadi penegasan bahwa ukuran keberhasilan seorang pejabat, menurut Bupati, bukanlah seberapa banyak relasi yang dibangun, melainkan seberapa jauh pekerjaan dapat diselesaikan dan target dapat dicapai.
Bupati Bone juga memastikan evaluasi kinerja akan dilakukan pada akhir tahun. Evaluasi tersebut tidak hanya berlaku bagi pejabat eselon II, tetapi juga seluruh jenjang jabatan, termasuk pejabat yang saat ini berstatus Pelaksana Tugas (Plt). “Di akhir tahun ini pasti saya akan evaluasi. Terutama teman-teman yang dijabat Plt. Pasti dibuka lagi, dimulai eselon dua sampai eselon terakhir. Tidak ada bedanya,” jelasnya.
Ia mencontohkan sektor kesehatan. Kepala UPT Puskesmas, misalnya, akan dinilai berdasarkan capaian program di wilayah masing-masing. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah penanganan stunting. Jika persoalan stunting tidak menunjukkan perubahan berarti dari tahun sebelumnya hingga evaluasi akhir tahun, kondisi tersebut akan menjadi bagian dari penilaian terhadap kinerja. “Kalau stunting-nya tahun lalu masih begitu, sampai evaluasi akhir tahun masih seperti itu, pasti akan dievaluasi,” katanya.
Dengan demikian, target pembangunan tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Target harus terlihat dalam perubahan yang dirasakan masyarakat.
Andi Asman juga membuka ruang yang sama bagi seluruh aparatur untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa promosi jabatan akan didasarkan pada kinerja. Setiap pejabat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar apabila mampu menunjukkan hasil kerja terbaik.
Kesempatan tersebut, menurutnya, tidak hanya terbuka bagi pejabat struktural, tetapi juga aparatur yang saat ini berada pada jabatan fungsional. “Jadi, keadilan sosial seperti itu nanti. Semua diberikan kesempatan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung rencana pengisian jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bone pada masa mendatang. Menurutnya, proses tersebut akan dilakukan secara terbuka. “Ke depan kita akan ada tes terbuka. Tidak ada lagi lelang jabatan tertutup. Siapa yang bisa, kita kasih kesempatan,” tegasnya.
Bupati Bone meminta kepala OPD, camat, lurah, hingga kepala desa menjadikan target kinerja sebagai ukuran utama dalam menjalankan amanah. Ia mencontohkan sektor lingkungan hidup yang membutuhkan kerja bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, camat, dan lurah. Keberhasilan memperoleh penghargaan maupun meningkatkan kualitas lingkungan, kata dia, harus menjadi target yang dikerjakan secara bersama-sama.
Bagi Andi Asman, keberhasilan daerah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebijakan sekaligus memberikan ruang kepada aparatur yang dinilai mampu bekerja. “Di semua tempat itu bergiliran. Teman-teman semua cukup bekerja dengan baik,” katanya.
Karena itu, ia meminta para pejabat tidak menjadikan mutasi dan rotasi sebagai sesuatu yang menakutkan. “Mutasi biasa saja, Bapak-Ibu sekalian. Mutasi tidak boleh ada yang membuat stres. Yang jelas, kerja saja,” tegasnya.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Andi Asman kembali mengingatkan satu hal mendasar: memahami tugas pokok dan fungsi jabatan. Menurutnya, pejabat tidak boleh berhenti belajar. Mereka harus membuka ruang terhadap masukan, saran, dan pandangan dari berbagai pihak. “Baca tugas pokok fungsi jabatan kita yang bersangkutan. Kemudian belajar dan mendengarkan beberapa penyampaian serta saran dari berbagai teman kita,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi para pejabat yang baru saja menerima amanah, termasuk Muhammad Rusdi yang kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Bone. Di balik pergantian jabatan dan struktur birokrasi, tantangan yang menanti tetap sama: bagaimana memastikan pemerintahan bekerja efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Bupati Bone berharap seluruh pejabat membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kerja nyata, bukan sekadar jabatan. Sebab pada akhirnya, kata Andi Asman, keberhasilan seorang pejabat tidak ditentukan oleh kedekatan ataupun pencitraan, melainkan oleh kemampuan menyelesaikan tugas dan mencapai target yang telah diberikan. “Teman-teman semua, bekerja saja yang baik. Maksimalkan di tempat kita punya tugas,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan