BONE– Hujan yang mengguyur Kabupaten Bone bukan hanya membawa genangan air ke pemukiman warga, tetapi juga menghadirkan kisah tentang pengabdian dan kepedulian. Di tengah kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah, para petugas dari berbagai unsur pemerintahan tetap bertahan di lapangan, bahkan bermalam demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan. Sepertinya yang terjadi di Kelurahan Panyula.
Melihat dedikasi tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman memberikan apresiasi langsung kepada para petugas yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu. Mulai dari personel BPBD, satuan tugas Damkar, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, hingga unsur TNI dan Polri mendapat perhatian khusus dari orang nomor satu di Bone itu.
Di sela kunjungannya ke lokasi banjir, Bupati Bone menyerahkan uang suporting kepada para petugas sebagai bentuk penghargaan dan motivasi atas pengabdian mereka selama menangani warga terdampak banjir.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi, melainkan bentuk penghormatan atas kerja kemanusiaan yang dilakukan para aparat di lapangan.
“Ini bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada seluruh petugas yang sudah bekerja dengan baik, bahkan rela bermalam di lokasi banjir demi masyarakat,” ungkapnya.
Suasana haru dan penuh semangat terlihat ketika para petugas menerima apresiasi tersebut. Di tengah kelelahan akibat aktivitas evakuasi, distribusi bantuan, hingga pelayanan kesehatan bagi warga, perhatian langsung dari kepala daerah menjadi suntikan moral tersendiri.
Bupati Bone menegaskan bahwa semangat pelayanan harus terus dijaga, terutama dalam situasi bencana yang membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh aparat, baik dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, maupun relawan kemanusiaan, terus memperkuat solidaritas dan kerja sama agar masyarakat yang terdampak bisa merasakan perlindungan dan perhatian dari pemerintah.
Bagi Bupati Bone, bencana bukan hanya soal penanganan teknis, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakat.
“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak bencana adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian. Pemerintah harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan merasakan apa yang mereka rasakan,” tuturnya.
Di tengah banjir yang masih menggenangi sejumlah titik, semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi potret bahwa pelayanan kemanusiaan tidak pernah berhenti, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun. (*)


Tinggalkan Balasan