
BONE– Deru air yang masih menggenangi sejumlah rumah warga di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tidak menghalangi langkah Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama Ketua Tim Penggerak PKK Bone Maryam Andi Asman untuk turun langsung menyapa warga yang terdampak banjir, pada Sabtu, 09 Mei 2026.
Dengan menyusuri jalan-jalan yang dipenuhi lumpur dan genangan, keduanya memantau sejumlah titik terdampak, termasuk rumah warga yang bergeser akibat derasnya arus banjir. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Lingkungan Awwasalo, Kelurahan Panyula, kawasan padat penduduk yang berada di bantaran sungai dan selama ini menjadi daerah rawan luapan air.
Di hadapan warga, Bupati Bone tidak hanya datang melihat kondisi, tetapi juga langsung mengeluarkan instruksi kepada seluruh organisasi perangkat daerah agar bergerak cepat menangani penyebab banjir dan dampak yang ditimbulkan.
Salah satu sorotan utama adalah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta banyaknya sampah yang tersangkut di bantaran. Bupati meminta Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan pembersihan menyeluruh agar aliran air kembali lancar.
Ia juga menegaskan perlunya normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi agar kapasitas tampung sungai meningkat dan air luapan dari berbagai wilayah dapat mengalir dengan baik menuju muara tanpa lagi masuk ke permukiman warga.
“Kalau sungai dangkal dan dipenuhi sampah, air pasti meluap ke rumah warga. Ini harus menjadi perhatian serius agar banjir tidak terus berulang,” ujar Bupati saat meninjau lokasi.
Tidak hanya fokus pada penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bone juga bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Sejumlah OPD lintas sektor diterjunkan ke lapangan, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga aparat kecamatan dan kelurahan.
Di tengah situasi darurat, dapur umum disiapkan untuk memastikan warga tetap mendapatkan makanan siap saji. Asap dari tungku dapur darurat yang berdiri di sekitar lokasi banjir menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Petugas medis pun disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terserang penyakit akibat banjir. Selain itu, distribusi air bersih juga dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air layak pakai.
Bagi warga Panyula, kehadiran langsung Bupati dan jajaran pemerintah daerah bukan sekadar kunjungan formal. Di tengah kecemasan akibat rumah yang terendam dan aktivitas yang lumpuh, mereka merasa tidak sendiri menghadapi bencana.
Pemerintah Kabupaten Bone ingin memastikan bahwa setiap keluhan masyarakat terkait dampak banjir benar-benar didengar dan ditangani. Sebab bagi pemerintah daerah, penanganan bencana bukan hanya soal mengatasi genangan air, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasakan pelayanan, perlindungan, dan kepedulian dari pemerintah di saat paling sulit. (*)


Tinggalkan Balasan