BONE– Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis malam, 07 Mei 2026 membuat sejumlah wilayah di Kota Watampone terendam banjir. Di tengah genangan yang merendam rumah warga, Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, sebuah dapur umum berdiri di samping kantor lurah. Asap dari tungku masak mulai mengepul, menjadi tanda hadirnya perhatian pemerintah bagi warga yang terdampak.
Lokasi itu dipilih karena menjadi salah satu wilayah dengan dampak banjir paling parah di Kota Watampone. Instruksi pendirian dapur umum datang langsung dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, saat meninjau lokasi banjir, Jumat (8/5/2026).
Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, mengatakan langkah cepat tersebut dilakukan agar warga tetap mendapatkan kebutuhan pokok di tengah kondisi darurat.
“Tadi sewaktu Bupati Bone meninjau lokasi, beliau memerintahkan untuk membangun satu unit dapur umum di sana. Dipilih di samping Kantor Lurah Panyula karena daerah itu yang paling parah terdampak banjir,” ujarnya.
Di tengah suasana banjir, aktivitas warga tampak masih berlangsung. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan keluarga yang berada di lokasi lebih aman. Pemerintah pun terus melakukan pendataan terhadap jumlah warga terdampak.
“Untuk jumlah warga terdampak masih sementara dilakukan pendataan,” kata Andi Habibie.
Tak hanya kebutuhan pangan, layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Bone menyiagakan tenaga medis selama 24 jam penuh di lokasi terdampak banjir. Tim kesehatan dibagi dalam tiga shift pelayanan agar warga tetap mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis kapan saja dibutuhkan.
“Kami juga menyiapkan tenaga medis yang standby 24 jam dan dibagi dalam tiga shift. Selain itu, ambulans juga disiagakan di lokasi,” ungkapnya.
Langkah cepat itu membuat kondisi warga tetap terpantau dengan baik. Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat banjir karena pemeriksaan awal langsung dilakukan oleh tim medis.
“Belum ada warga yang mengeluh sakit karena semua warga terdampak langsung kami lakukan pemeriksaan awal,” ujarnya lagi.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, kabar baiknya kebutuhan dasar masyarakat seperti pasokan air bersih dan listrik masih dalam kondisi aman.
“Untuk pasokan air bersih dan listrik sejauh ini masih aman,” katanya.
Bagi warga Panyula, kehadiran dapur umum dan layanan kesehatan memberi rasa tenang di tengah kekhawatiran menghadapi banjir. Nurindari, salah seorang warga Kelurahan Panyula, mengaku bersyukur pemerintah bergerak cepat membantu masyarakat.
“Alhamdulillah sudah ada dapur umum dan tenaga kesehatan yang berjaga. Jadi warga merasa lebih tenang,” ujarnya.
Kini, warga hanya berharap air segera surut agar mereka bisa kembali membersihkan rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa.
“Kami berharap banjir cepat surut supaya bisa kembali membersihkan rumah,” tandasnya. (*)


Tinggalkan Balasan