BONE– Suara roda gerobak yang berderit memecah kesunyian perbukitan Dusun Lemo, Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Jumat (24/7/2026). Di jalur yang masih berupa tanah berbatu, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone berjalan berdampingan dengan warga, bergantian mengangkut batu menuju titik pembangunan pondasi jalan yang akan menghubungkan jembatan gantung impian masyarakat.

Sekitar 90 kilometer dari Kota Watampone, semangat gotong royong menjadi pemandangan yang paling mencuri perhatian. Medan berbukit yang menantang tak menyurutkan langkah mereka. Gerobak sederhana menjadi alat utama mengangkut material, sementara tangan-tangan yang bekerja tanpa lelah menyusun batu demi batu menjadi pondasi yang kokoh.

Tak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Mereka bekerja dalam irama yang sama. Sesekali terdengar tawa ringan di sela-sela aktivitas mengangkat batu, disusul sapaan dan candaan yang mencairkan suasana. Kebersamaan itu menjadikan pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Pondasi jalan yang sedang dibangun bukan sekadar susunan batu. Ia menjadi awal dari hadirnya akses yang selama ini dinantikan warga Dusun Lemo. Nantinya, jalan tersebut akan menjadi penghubung menuju jembatan gantung yang diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, hingga membuka akses yang lebih aman bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Komandan Kodim 1407/Bone, Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, mengatakan Program TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong.

“TMMD adalah bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan warga, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi energi besar dalam mempercepat penyelesaian seluruh sasaran fisik TMMD Ke-129. Dengan dukungan tersebut, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Kami berharap jalan dan jembatan gantung ini nantinya memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses dan perekonomian warga,” katanya.

Bagi warga Dusun Lemo, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, ia merupakan jawaban atas harapan yang telah lama tersimpan.

Hasmidin, salah seorang warga yang turut bergotong royong, mengaku bersyukur dapat bekerja bersama personel Satgas TMMD. Menurutnya, keberadaan jembatan gantung akan mengubah kehidupan masyarakat yang selama ini harus menghadapi sulitnya akses menuju sejumlah wilayah.

“Kami sangat bersyukur dan senang bisa ikut membantu. Jembatan ini memang sudah lama kami nantikan. Kalau nanti selesai, tentu akan sangat memudahkan masyarakat saat beraktivitas maupun membawa hasil kebun. Terima kasih kepada TNI yang sudah membangun desa kami,” tuturnya.

Di balik setiap batu yang tersusun rapi, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih baik. Jalan menuju jembatan gantung itu bukan hanya membuka keterhubungan antarwilayah di Kecamatan Bontocani, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Melalui Program TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone, pembangunan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk jalan dan jembatan, melainkan juga dalam semangat kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Dari lereng-lereng Dusun Lemo, gotong royong kembali membuktikan bahwa pekerjaan besar akan terasa ringan ketika dikerjakan bersama. (*)