BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menegaskan pentingnya pengawasan dan penataan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bone guna mencegah antrean panjang serta memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan tertib.
Hal tersebut disampaikan Andi Asman saat memberikan arahan kepada jajaran Satuan Tugas (Satgas) pengawasan SPBU. Ia mengaku dalam perjalanan dari Bulukumba menuju Bone, dirinya tidak menemukan antrean panjang. Namun, ia masih melihat adanya sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam sistem pengawasan di lapangan.
Menurutnya, pola pengaturan kendaraan harus dibuat lebih efektif agar antrean tidak menumpuk. Ia menilai kendaraan yang masuk ke area SPBU perlu diatur sedemikian rupa sehingga proses pengisian dapat berlangsung cepat dan kendaraan segera meninggalkan lokasi. “Saya minta Asisten Bidang Ekonomi yang Ketua Satgas ditata dengan baik,” tegas Andi Asman.
Ia juga meminta personel yang bertugas melakukan pengawasan di SPBU untuk dilakukan rolling secara berkala. Menurutnya, pergantian personel penting dilakukan agar petugas tidak merasa jenuh sekaligus mencegah munculnya kedekatan yang berlebihan dengan pihak-pihak tertentu di lokasi pengawasan.
“Kalau perlu, satu bulan rolling lagi, satu bulan rolling lagi, supaya tidak bosan. Supaya nanti teman-teman dari SPBU ini sudah saling kenal. Ketika di-rolling, masing-masing orang punya cara dan taktik sendiri,” ujarnya.
Andi Asman mencontohkan, setiap petugas memiliki pengalaman dan strategi berbeda dalam mengurai antrean. Karena itu, rotasi personel diharapkan dapat memberikan pendekatan baru dalam menangani persoalan di masing-masing SPBU.
Ia meminta sistem penugasan tidak melekat secara permanen pada satu SPBU. Penempatan personel, kata dia, sebaiknya menggunakan surat tugas harian sehingga petugas dapat ditempatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan.
“Penempatannya di situ jangan langsung ada SK SPBU-nya. Di SPBU-nya itu bisa di mana saja, tapi tugasnya per harian, surat tugas yang menjadi harian,” jelasnya.
Selain ASN, Bupati Bone juga meminta keterlibatan TNI dan Polri diperkuat dalam pengawasan distribusi BBM. Ia mengibaratkan pengamanan SPBU harus dilakukan secara serius seperti pengamanan wilayah perbatasan. “Kalau bisa pengawasannya seolah-olah ini perbatasan. Pengawasannya seolah-olah ditugaskan di perbatasan,” katanya.
Menurut Andi Asman, BBM merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat. Kelangkaan atau gangguan distribusi BBM dapat berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk rumah tangga dan pelaku UMKM.
Ia menyinggung kondisi di sejumlah daerah yang mengalami persoalan antrean hingga insiden kebakaran yang berkaitan dengan BBM. Karena itu, pengawasan di Bone dinilai perlu dilakukan secara ketat agar persoalan serupa tidak terjadi. “Kalau tidak ada bensin, tidak ada bahan bakar, macet kita ini. Istri mau memasak, mau berusaha, ada yang UMKM, kalau tidak menyala kompornya, tidak ada uang. Itu kebutuhan. Makanya ini sangat vital menurut saya,” tegasnya.
Untuk memperjelas keberadaan petugas di lapangan, Andi Asman juga mendorong agar personel Satgas dan pengelola SPBU memiliki atribut atau seragam khusus.
Ia mengusulkan adanya pakaian atau rompi yang dapat menjadi tanda pengenal bagi petugas sehingga masyarakat maupun pihak SPBU dapat mengetahui siapa saja yang bertugas melakukan pengawasan.
Menurutnya, penggunaan atribut yang seragam juga akan memperlihatkan kekompakan dan meningkatkan kewibawaan petugas saat menjalankan tugas di lapangan.
Bupati Bone juga menyampaikan rencana pemberian biaya operasional bagi personel Satgas yang bertugas, baik dari unsur TNI, Polri maupun ASN. Ia mengusulkan agar biaya operasional tersebut dapat ditransfer langsung ke rekening masing-masing personel yang mendapatkan tugas. “Jadi dari TNI, Polri, ASN, per orang. Nanti bisa ditransfer ke masing-masing rekeningnya,” katanya.
Namun, ia menegaskan pemberian tersebut harus disertai evaluasi terhadap kinerja personel. Petugas yang tidak menjalankan tugas dengan baik atau hanya sekadar berada di lokasi tanpa melakukan pengawasan dapat dievaluasi.
Andi Asman juga meminta dibuatkan grup WhatsApp (WAG) khusus Satgas sebagai sarana komunikasi, koordinasi, penyampaian pengaduan, dan pelaporan kondisi di lapangan. “Jangan cuma WhatsApp-an saja minum kopi. Tapi ada WAG Satgas kita buat,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi, rotasi personel, dukungan TNI-Polri, serta sistem pelaporan yang lebih terstruktur, Andi Asman berharap pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Bone semakin efektif.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah antrean panjang dan potensi gangguan keamanan di lingkungan SPBU. (*)


Tinggalkan Balasan