BONE — Upaya memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Bone terus digerakkan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan. Salah satunya dilakukan melalui pertemuan Komunitas Belajar Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (K3TK) Kabupaten Bone bersama K3TK/K3TP dan Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kecamatan se-Kabupaten Bone.

Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Pammase Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Minggu (6/9/2026). Kegiatan dihadiri jajaran pengurus serta para kepala TK/PAUD dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone.

Mengusung tema “Sinergi, Kolaborasi, Wujudkan PAUD Berkualitas Generasi Emas Bone”, pertemuan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, mempererat koordinasi, sekaligus menyamakan persepsi dalam menjalankan program pendidikan anak usia dini.

Para peserta juga diberikan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik (best practice) yang telah diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Dari forum inilah berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan dan proses pembelajaran PAUD dibahas bersama untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan kegiatan semacam ini penting karena peningkatan kapasitas pendidik dan kepala satuan PAUD harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui kegiatan di tingkat kabupaten maupun di kecamatan.

“Program K3TK ini patut kami apresiasi karena kelompok kerja guru itu memang harus selalu ada dalam peningkatan kapasitas guru. Pelaksanaannya bisa sekali diselenggarakan di sini di tingkat kabupaten, meski kemudian rutin dilaksanakan di kecamatan-kecamatan,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan kelompok kerja dan jejaring PAUD di tingkat kecamatan memiliki peran penting dalam memastikan pembinaan berjalan secara berkesinambungan. Setiap unsur memiliki sasaran pembinaan masing-masing, termasuk pengawas dan penilik.

Selain peningkatan kapasitas, Hj. Andi Rasna juga menyoroti pentingnya kesepahaman dan transparansi dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) di satuan PAUD.

Menurut dia, pengelolaan dana BOP tidak semestinya hanya menjadi urusan operator atau kepala sekolah. Guru-guru juga perlu mengetahui dan memahami peruntukan anggaran sehingga tercipta keterbukaan dalam pengelolaan keuangan satuan pendidikan.

“Karena terkadang ada kepala sekolah yang menggunakan dana BOP-nya hanya operator saja yang tahu. Padahal kepala sekolah yang menyusunnya. Namun ini sengaja kita transparansikan agar guru-guru yang lain dapat memahami peruntukannya,” tegasnya.

Transparansi tersebut, lanjutnya, bukan hanya berkaitan dengan administrasi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola satuan pendidikan yang sehat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, forum K3TK juga menjadi momentum untuk membangun kesamaan langkah antara kepala satuan PAUD, pengawas, penilik, serta jejaring PKG dan K3TK/K3TP. Dengan komunikasi yang lebih intensif, berbagai tantangan yang muncul di lapangan diharapkan tidak diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan besar kegiatan: membangun PAUD yang tidak hanya berkualitas dari sisi pembelajaran, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik dan mampu memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Sebab, di balik setiap program dan koordinasi yang dilakukan para pengelola PAUD, terdapat tujuan yang lebih besar menyiapkan anak-anak Bone menjadi generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Melalui penguatan komunitas belajar, peningkatan kapasitas, berbagi praktik baik, serta transparansi pengelolaan program dan anggaran, K3TK Kabupaten Bone bersama seluruh jejaring PAUD diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan “Generasi Emas Bone” melalui pendidikan sejak usia dini. (*)