BONE — Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) turut menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone, khususnya dalam memastikan aspek perlindungan bagi para atlet dan pelatih yang akan berjuang membawa nama daerah.
Sekretaris KONI Kabupaten Bone, Mukhlis, S.Pd., M.Pd., membangun koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bone dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone sebagai bagian dari persiapan perlindungan jaminan sosial bagi atlet dan pelatih cabang olahraga (cabor) Porprov.
Koordinasi tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, dan dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Mansur, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Hj. Faidah, S.Pd.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya KONI Bone untuk tidak hanya mempersiapkan atlet dari sisi prestasi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek perlindungan dan jaminan sosial selama menjalankan aktivitas olahraga.
Bagi atlet dan pelatih, risiko dalam kegiatan olahraga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Latihan intensif maupun pertandingan membutuhkan perlindungan yang dapat memberikan rasa aman sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara lebih optimal.
Mukhlis menempatkan koordinasi lintas lembaga tersebut sebagai langkah penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih komprehensif. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak semata-mata diukur dari capaian medali, tetapi juga dari sejauh mana kesejahteraan dan perlindungan mereka mendapat perhatian.
Keterlibatan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KONI Bone dan pemerintah dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial bagi insan olahraga.
Dengan koordinasi sejak tahap persiapan, KONI Kabupaten Bone berharap para atlet dan pelatih dapat menghadapi Porprov dengan lebih tenang, fokus pada target prestasi, serta mendapatkan dukungan perlindungan sosial yang memadai.
Bagi Bone, perjuangan menuju prestasi olahraga bukan hanya tentang bagaimana atlet berdiri di podium. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memastikan setiap orang yang berada di balik perjuangan tersebut atlet maupun pelatih mendapat perhatian dan perlindungan yang layak. (*)


Tinggalkan Balasan