BONE — SDIT Rabbani Bone melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus merefleksikan makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arahannya, Kepala SDIT Rabbani Bone, A. Tajuddin, S.Pd., M.Pd., Gr., mengajak seluruh murid untuk memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang yang mengorbankan jiwa dan raga.

“Hari ini seluruh elemen bangsa sedang memperingati hari yang penuh perjuangan, hari di mana semua dikorbankan, jiwa dan raganya. Kita berdiri untuk merefleksikan sebuah peristiwa yang sangat heroik, penuh pergolakan, serta tidak terlepas dari keberkahan dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari momentum kemerdekaan.

Berjuang melalui ilmu dan ibadah

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata seperti para pejuang terdahulu. Para murid SDIT Rabbani yang masih berada di usia muda dapat meneruskan perjuangan melalui ilmu, belajar sungguh-sungguh, meraih prestasi, meningkatkan ibadah, serta meninggikan kalimat La ilaha illallah.

Perjuangan tersebut menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat.

Menguatkan kolaborasi, adab, dan akhlak

Kepala sekolah juga mengingatkan bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi murid. Karena itu, nilai-nilai yang diterapkan di sekolah hendaknya juga tercermin dalam kehidupan di rumah.

Ilmu yang dipelajari tidak cukup hanya untuk diketahui, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam adab dan akhlak, serta mengamalkan ilmu bukan untuk mencari pujian atau riya.

“Anak Rabbani adalah anak yang hebat, yang tumbuh dengan nilai-nilai Islami. Terus tumbuhkan nilai keislaman dan kedisiplinan. Kita ingin membangun jiwa kepemimpinan yang mampu menjadi pemandu peradaban Qurani,” pesannya.

Berlomba-lomba dalam kebaikan

Pesan berikutnya adalah membiasakan diri untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap panggilan Allah hendaknya disambut dengan segera dan penuh ketaatan.

Beliau juga mengingatkan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan utama. Ketika seseorang bersegera dalam memenuhi panggilan Allah dan melakukan kebaikan, urusan dunia akan mengikuti dengan cara yang Allah kehendaki.

Momentum kemerdekaan juga dikaitkan dengan kegiatan Merdeka Ceria yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Berbagai perlombaan tersebut mengajarkan bahwa setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan, keringat, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

“Lebih baik kita kalah jika berbekal kecurangan. Kuatkan nilai ketaatan agar keberkahan terus melimpah,” pesannya, seraya mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, termasuk dalam QS. Al-A’raf.

Menutup arahannya, Kepala SDIT Rabbani Bone mengajak seluruh murid untuk senantiasa menjaga nilai perjuangan dan menjadikan setiap aktivitas sebagai bagian dari amal kebaikan.

“Semoga amal ibadah kita menjadi amal jariyah. Semoga kita senantiasa memegang teguh nilai perjuangan dan semoga kita semua menjadi anak yang saleh dan salehah untuk memandu peradaban Qurani,” pungkasnya.

Upacara Kemerdekaan di SDIT Rabbani Bone pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Momentum ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran kepada seluruh murid bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar, berprestasi, berakhlak mulia, disiplin, taat kepada Allah, dan memberikan manfaat bagi sesama. (*)