BONE– Riuh tepuk tangan warga memecah suasana di sepanjang Sungai Irigasi Jalan Mangga, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Ahad (2/8/2026). Deretan perahu yang bersiap di garis start, sorak para pendukung, hingga kibaran bendera Merah Putih menghadirkan warna tersendiri dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bone.

Di tengah semarak perayaan itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Maya Damayanti Andi Akmal, secara resmi membuka lomba dayung perahu yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

Namun, lomba ini bukan sekadar adu cepat mengayuh perahu. Di balik semangat kompetisi, Pemerintah Kabupaten Bone ingin menyampaikan pesan yang lebih dalam: sungai bukan tempat membuang masalah, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.

Bupati Bone menegaskan bahwa perlombaan dayung menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membangun kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian sungai.

“Rangkaian lomba dayung ini menjadi kegiatan rutin yang memasuki tahun kedua. Kami ingin mengajak masyarakat kembali melihat sungai sebagai bagian penting dari kehidupan, bukan menganggapnya sebagai tempat yang kotor,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Menurutnya, menjaga sungai berarti menjaga kehidupan masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di sepanjang aliran sungai, terutama di wilayah hilir. Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama memastikan sungai tetap bersih dari sampah, ranting kayu, longsoran tanah, hingga limbah rumah tangga.

“Di sungai ini ada saudara-saudara kita yang mencari nafkah. Maka masyarakat di hulu harus ikut menjaga agar tidak ada sampah, ranting kayu, longsor, maupun limbah keluarga yang mencemari aliran sungai,” katanya.

Suasana perlombaan semakin semarak dengan keikutsertaan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda Kabupaten Bone, BNNK Bone, staf ahli dan asisten, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para kepala bagian Setda Bone, camat se-Kabupaten Bone, kepala desa, insan pers, hingga masyarakat umum. Tidak ada sekat jabatan ketika aba-aba perlombaan dimulai. Semua menyatu dalam semangat sportivitas dan kebersamaan.

Di sepanjang bantaran sungai, masyarakat berjejer memberikan dukungan kepada para peserta. Gelak tawa, sorakan, dan tepuk tangan mengiringi setiap kayuhan perahu yang berlomba mencapai garis akhir. Momen itu menjadi gambaran bahwa olahraga tradisional masih mampu menyatukan masyarakat lintas usia dan profesi.

Lebih dari sekadar hiburan, Pemerintah Kabupaten Bone juga memandang kawasan sungai sebagai ruang publik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bupati Bone mengungkapkan rencana pemerintah menjadikan kawasan sepanjang sungai tersebut sebagai destinasi wisata baru di tengah kota.

“Kita rencanakan kawasan ini menjadi destinasi wisata. Kita ingin menghadirkan magnet baru dengan mempercantik sungai, menata sisi kiri dan kanan sungai dengan tanaman, serta menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati pemandangan sungai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sungai yang bersih dan tertata bukan hanya menghadirkan keindahan kota, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kawasan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui lomba dayung ini, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perlombaan, tetapi juga melalui komitmen bersama menjaga lingkungan. Sungai yang selama ini kerap dipandang sebagai saluran air semata, perlahan dikembalikan pada makna sesungguhnya: ruang hidup yang menghubungkan manusia, alam, dan masa depan.

Di bawah kibaran Merah Putih, kayuhan demi kayuhan yang membelah permukaan sungai seolah menjadi simbol perjalanan Bone menuju daerah yang lebih bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan. Sebuah perlombaan yang bukan hanya menentukan siapa tercepat mencapai garis finis, tetapi juga mengingatkan bahwa menjaga alam adalah kemenangan yang sesungguhnya. (*)