BONE– Di balik ketenangan sikapnya sebagai siswa kelas IX SMP Negeri 6 Watampone, tersimpan semangat juang yang luar biasa. Adalah M. Zulfikar Gadzali Mamat, pelajar yang kembali membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi membanggakan.
Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Bone 2026 yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone pada 13–15 Juli 2026, Zulfikar tampil gemilang di cabang olahraga karate. Ia sukses mempersembahkan medali emas pada nomor Kata Putra serta medali perak pada nomor Kumite Putra kelas -52 kilogram.
Dua medali tersebut bukan sekadar menjadi catatan prestasi pribadi. Keberhasilan Zulfikar turut mengharumkan nama SMP Negeri 6 Watampone sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Tanete Riattang. Raihan medali itu juga berkontribusi terhadap perolehan poin Kecamatan Tanete Riattang hingga berhasil keluar sebagai Juara Umum I Popkab Bone 2026.
Prestasi yang diraih Zulfikar bukanlah keberuntungan yang datang dalam semalam. Putra pasangan Muhammad Tang, S.Pd., M.Pd., Kepala UPT SMAN 15 Bone, dan Maryam, S.Pd., guru SMKN 7 Bone, telah lama menekuni dunia karate. Latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta ketekunan menjadi bagian dari kesehariannya untuk mengasah kemampuan.
Sang ibunda, Maryam, mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, Zulfikar memang telah menunjukkan minat besar terhadap karate sejak usia dini. Berbagai kejuaraan telah diikutinya dan tidak sedikit gelar juara yang berhasil dibawa pulang.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih. Ini menjadi penyemangat bagi Zulfikar untuk terus berlatih dan mengembangkan potensinya,” ungkap Maryam.
Kini, Zulfikar telah menyandang sabuk cokelat, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemajuan teknik dan pengalaman dalam olahraga bela diri tersebut. Namun, semangatnya tidak berhenti di karate. Ia juga aktif mengikuti berbagai cabang olahraga lain, seperti lari dan renang, sebagai upaya menjaga kebugaran sekaligus mengembangkan kemampuan atletiknya.
Di balik sederet prestasi itu, Zulfikar menyimpan sebuah cita-cita besar. Ia ingin melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, sekolah yang dikenal melahirkan generasi muda berkarakter, disiplin, dan berprestasi.
Bagi Zulfikar, setiap medali bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan dukungan keluarga, sekolah, dan latihan yang tidak pernah putus, ia berharap seluruh pencapaian yang telah diraihnya menjadi bekal untuk mewujudkan impian tersebut.
Perjalanan M. Zulfikar Gadzali Mamat menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari ketekunan, disiplin, dan keberanian untuk terus berusaha. Dari gelanggang karate di tingkat kabupaten, ia telah menunjukkan bahwa pelajar Bone memiliki potensi besar untuk bersinar. Kini, harapan itu mengiringi setiap langkahnya, menatap masa depan dengan keyakinan bahwa mimpi besar hanya dapat diraih oleh mereka yang tidak pernah berhenti berlatih dan berjuang. (*)


Tinggalkan Balasan