BONE– Di balik kunjungan kerja yang padat, selalu ada ruang bagi kisah-kisah sederhana yang meninggalkan kesan mendalam. Begitulah yang terjadi saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meninjau lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Pattuku, Kecamatan Bontocani, Selasa (15/7/2026).

Sejak rombongan tiba, suasana desa berubah menjadi penuh semangat. Warga berbondong-bondong menyambut kedatangan pemimpin daerah mereka. Di sepanjang jalan, anak-anak sekolah berdiri berbaris dengan wajah ceria, melambaikan tangan sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan atas kunjungan tersebut.

Di tengah barisan itu, perhatian Bupati Bone mendadak tertuju pada seorang siswa berseragam SMA. Tidak ada yang mencolok dari seragamnya, kecuali satu hal: di kakinya tidak terpasang sepatu sekolah sebagaimana teman-temannya. Ia hanya mengenakan sepasang sandal jepit sederhana untuk menempuh perjalanan menuntut ilmu.

Tanpa banyak kata, Andi Asman Sulaiman mendekati siswa tersebut. Ia menyapa dengan hangat, menanyakan kabarnya, lalu memberikan motivasi agar tetap giat belajar. Percakapan singkat itu kemudian berujung pada sebuah tindakan yang lahir dari kepedulian.

Secara spontan, Bupati menghadiahkan sepasang sepatu baru agar sang siswa dapat bersekolah dengan lebih layak dan nyaman.

Momen itu sontak mengundang perhatian warga yang menyaksikan. Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., bersama jajaran TNI dan para pejabat yang mendampingi kunjungan turut menjadi saksi atas peristiwa yang berlangsung begitu alami, tanpa seremoni.

Di pinggir jalan desa, siswa tersebut langsung mengenakan sepatu barunya. Dengan penuh perhatian, Bupati menyaksikan setiap langkah kecil itu. Senyum yang perlahan merekah di wajah sang siswa seakan menjadi gambaran bahwa kebahagiaan terkadang hadir dari hal-hal yang tampak sederhana, namun sangat berarti bagi penerimanya.

Sepasang sepatu itu bukan sekadar alas kaki. Ia menjadi simbol perhatian, harapan, dan kepedulian seorang pemimpin terhadap masa depan generasi muda di pelosok daerah.

Setelah sepatu terpasang rapi, Bupati Bone merangkul siswa tersebut dan berjalan bersamanya. Di sela langkah itu, ia menyampaikan pesan agar tidak pernah menyerah dalam mengejar pendidikan. Keterbatasan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.

Kisah singkat di Desa Pattuku itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi sang siswa, momen tersebut akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Dan bagi masyarakat yang menyaksikannya, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang mampu menumbuhkan harapan.

Di tengah agenda peninjauan TMMD yang berfokus pada pembangunan desa, sepasang sepatu di pinggir jalan Pattuku justru menjadi cerita yang paling membekas sebuah kisah tentang empati, kepedulian, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak melangkah menuju masa depan dengan lebih percaya diri. (*)