BONE — Perjalanan panjang pengabdian akhirnya mengantarkan Kasdar, ST., M.Si ke salah satu posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone. Sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri di sektor sumber daya air itu resmi mendapat amanah sebagai Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone menggantikan Nelmi, S.Pt., M.Si yang dimutasi sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Lateya Riduni, Kamis (18/6/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM dan disaksikan oleh Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM. Turut hadir mendampingi Kasdar, ST., M.Si sang Istri dan anak serta jajaran pegawai Dinas SDABK.
Bagi sebagian orang, jabatan baru mungkin menjadi awal perjalanan. Namun bagi Kasdar, amanah ini merupakan buah dari proses panjang yang ditempa oleh ketekunan, kesabaran, dan dedikasi selama puluhan tahun di bidang pengelolaan sumber daya air.
Meniti Karier dari Bawah
Kasdar bukanlah wajah baru di Dinas SDABK. Sebagian besar masa pengabdiannya dihabiskan di instansi yang kini menjadi tempatnya mengemban amanah baru.
Kariernya dimulai sebagai tenaga honorer di Kabupaten Soppeng pada tahun 1996 hingga 1999. Dalam keterbatasan status dan kesempatan saat itu, Kasdar tetap menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen. Kesabaran dan konsistensinya berbuah hasil ketika pada tahun 2007 ia resmi diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur database.
Saat itu, ia memulai pengabdian sebagai ASN dari golongan IIA dengan penempatan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bone. Dari titik itulah perjalanan kariernya terus menanjak.
Setelah bertahun-tahun bekerja dan menunjukkan kinerja yang baik, Kasdar mendapatkan promosi jabatan pertamanya sebagai Kasubag UPT Wollangi Dinas PSDA Bone. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi pada Bidang Perencanaan PSDA. Empat tahun berselang, tanggung jawab yang lebih besar kembali diberikan kepadanya sebagai Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Dinas SDABK Kabupaten Bone.
Setiap jenjang jabatan yang diraihnya bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang pengabdian yang konsisten dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Bone.
Dipercaya Memimpin Dinas
Kepercayaan terhadap kapasitas dan pengalamannya semakin terlihat pada masa kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Selain menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang, Kasdar juga diberikan amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone.
Kepercayaan tersebut tidak disia-siakan. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program strategis pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi berhasil dikawal dan direalisasikan dengan baik.
Salah satu capaian penting adalah keberhasilan pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Irigasi melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025, khususnya pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) atau sumur bor.
Sebanyak sembilan titik sumur bor berhasil dibangun di Desa Corawali, Kecamatan Barebbo, serta Desa TuruadaE dan Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah tadah hujan.
Dengan nilai investasi sekitar Rp1,8 miliar per titik, total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp16,4 miliar yang bersumber dari APBN melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan sumber air baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian. Setiap sumur bor diproyeksikan melayani sedikitnya 25 hektare lahan pertanian, bahkan berpotensi menjangkau hingga 100 hektare. Dengan sembilan titik yang telah dibangun, Kabupaten Bone diperkirakan memperoleh tambahan luas tanam minimal 225 hektare pada tahun 2026.
Mengawal Rehabilitasi Irigasi Bernilai Ratusan Miliar
Selain pembangunan JIAT, Kasdar juga turut mengawal program rehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi salah satu proyek infrastruktur pertanian terbesar di Sulawesi Selatan.
Pada tahun 2026, rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bengo menjadi bagian dari Paket 2 Multi Years Project (MYP) yang mencakup Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo dengan total anggaran mencapai Rp268,9 miliar.
Khusus Kabupaten Bone, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp118 miliar hingga Rp131,52 miliar untuk rehabilitasi delapan daerah irigasi, yaitu DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie.
Program yang bersumber dari APBD tersebut dirancang berlangsung selama periode 2025 hingga 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Di antara delapan daerah irigasi tersebut, DI Waru-Waru mendapatkan alokasi terbesar dengan nilai lebih dari Rp58,3 miliar. Sementara DI Lanca dan DI Bengo masing-masing memperoleh anggaran di atas Rp17 miliar sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Dengan total nilai pekerjaan mencapai Rp131,5 miliar, Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah dengan alokasi rehabilitasi irigasi terbesar di kawasan selatan Sulawesi Selatan.
Amanah Baru untuk Mengawal Program BerAmal
Atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal berbagai program pembangunan, Kasdar kini kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Bone. Selain menjabat sebagai Sekretaris Dinas SDABK, ia juga dipercaya mengemban tugas sebagai Plt. Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Pemerintahan BerAmal.
Bagi Kasdar, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Usai dilantik, ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Ini adalah amanah yang harus saya emban dengan sebaik-baiknya. Sesuai arahan Bapak Bupati Bone, kami akan terus mempercepat realisasi program kerja serta mengawal program-program nasional maupun provinsi agar dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan pengalaman yang terbangun dari bawah hingga menduduki posisi strategis saat ini, Kasdar menjadi contoh bahwa pengabdian yang dijalani dengan ketulusan dan kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri. Di tengah tantangan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan daerah, amanah baru tersebut kini menjadi babak berikutnya dalam perjalanan panjang seorang abdi negara yang tumbuh bersama pembangunan Kabupaten Bone. (*)


Tinggalkan Balasan