BONE – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menekan angka kemiskinan ekstrem, mewujudkan kesetaraan gender, dan memperkuat perlindungan anak kembali ditegaskan melalui penyaluran bantuan kepada masyarakat rentan di Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Layanan Rujukan Bagi Keluarga dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak ini dipimpin langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah daerah untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Turut mendampingi Bupati Bone dalam kegiatan tersebut antara lain Dandempon, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ketua Tim Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, serta unsur Tripika Kecamatan Ponre.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone, Hasnawati Ramli, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada masyarakat yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data secara ketat. Sasaran program meliputi warga kategori Desil I dan Desil II, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, keluarga dengan risiko stunting, serta lanjut usia.

“Para penerima bantuan ini merupakan warga yang benar-benar masuk kategori kurang mampu. Seluruhnya telah melalui proses verifikasi dan validasi sehingga bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 10 kecamatan dengan 24 titik penyaluran. Sebanyak 720 paket bantuan disalurkan, dengan masing-masing titik menerima 20 paket bantuan.

Dalam sambutannya, Bupati Bone memulai dialog hangat dengan warga penerima bantuan. Saat menanyakan kondisi jalan di desa tersebut, warga menjawab bahwa akses jalan masih membutuhkan perhatian. Menanggapi hal itu, Bupati meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan daerah.

“Doakan pemerintah daerah Kabupaten Bone. Pekerjaan jalan akan kita kerjakan secara bertahap,” ungkapnya.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan bahwa data penerima telah diklasterkan secara objektif sehingga tidak ada lagi rekayasa data dalam penyaluran bantuan.

“Ada bantuan sedikit yang kita berikan untuk mengurangi beban masyarakat. Saya tidak mau hanya menerima laporan. Karena itu saya datang langsung menyerahkan bantuan dan melihat sendiri penerimanya,” kata Andi Asman Sulaiman.

Menurutnya, bantuan sosial tidak boleh menjadi ketergantungan, melainkan harus menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola hidup yang lebih produktif dan mandiri.

Ia bahkan mencontohkan dirinya yang tetap aktif beternak meski menjabat sebagai Bupati Bone.

“Saya ingin masyarakat kita lebih mandiri dan terus bekerja. Saya sendiri meskipun menjadi Bupati tetap beternak. Di kompleks rumah jabatan ada berbagai ternak yang saya pelihara. Telurnya juga saya konsumsi sendiri,” tuturnya.

Bupati juga menyampaikan harapannya agar para penerima bantuan hari ini dapat mengalami perubahan kesejahteraan di masa depan.

“Mungkin hari ini masih menjadi penerima bantuan. Tapi saya berharap suatu saat ketika saya datang kembali, penerima bantuan ini sudah lebih sejahtera, usahanya berkembang, bahkan ada yang sudah berangkat umrah. Itulah perubahan yang kita harapkan bersama,” ujarnya.

Program bantuan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bone dalam menekan angka kemiskinan ekstrem, mencegah stunting, serta memberikan perhatian kepada kelompok lanjut usia dan perempuan kepala keluarga yang rentan secara ekonomi.

Bupati Bone juga mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan dengan baik dan tidak diperjualbelikan. Selain itu, ia memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan.

“Saya berharap bantuan ini tidak dijual. Dan bagi keluarga miskin ekstrem yang memiliki anak usia sekolah, mereka harus menjadi prioritas untuk mendapatkan akses pendidikan, termasuk melalui program Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Melalui program layanan rujukan keluarga ini, Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya dilakukan melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui pendampingan, pemberdayaan, serta peningkatan akses pendidikan dan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.

Kehadiran langsung Bupati Bone di Desa Turu Adae menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, sekaligus memastikan setiap program berjalan tepat sasaran demi terwujudnya kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Bone. (*)