Watampone– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone menggelar Sosialisasi Waspada Risiko Penularan Hantavirus sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Sabtu (6/6).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan Lapas Watampone tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Watampone, Rahnianto, pejabat struktural, petugas, serta warga binaan. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan terkait upaya pencegahan dan pengendalian penularan Hantavirus di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Ahliyah Ali hadir sebagai pemateri dan memberikan edukasi mengenai Hantavirus, yaitu penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui kontak dengan urin, kotoran, maupun air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengertian Hantavirus, cara penularan, gejala yang dapat muncul pada manusia, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit tersebut.
Selain itu, disampaikan pula berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara sederhana namun efektif, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus dan hewan pengerat lainnya, menyimpan makanan dengan aman, serta menerapkan prosedur pembersihan yang tepat pada area yang berpotensi terkontaminasi.
Kepala Lapas Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan maupun proses pembinaan warga binaan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran terhadap potensi penyakit menular perlu terus dilakukan melalui edukasi dan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh petugas dan warga binaan memahami risiko penularan Hantavirus serta mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rahnianto.
Melalui sosialisasi ini, Lapas Watampone terus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pemasyarakatan. Peningkatan pemahaman mengenai Hantavirus diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan petugas dan warga binaan serta mendukung pelaksanaan pembinaan yang optimal.


Tinggalkan Balasan