BONE– Di penghujung masa putih abu-abunya, Al’Qalbi Prawiraja Hadipaty kembali menorehkan prestasi membanggakan untuk SMAN 13 Bone. Setelah sukses mengantarkan sekolahnya meraih posisi Runner Up pada ajang SMAN 9 Gowa Basketball Tournament Sulawesi Selatan kategori Putra SMA yang berlangsung pada 13–24 Mei 2026, siswa kelas XII yang akrab disapa Raja itu kembali menghadiahkan prestasi melalui cabang olahraga yang berbeda.
Belum lama merasakan euforia kemenangan bersama tim basket sekolah, Raja kembali turun berlaga mewakili SMAN 13 Bone dalam ajang Perlombaan Renang Fun Swim Antar Pelajar Tahun 2026 yang digelar di Kolam Renang Situjujue, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Jumat (5/6/2026).
Meski mengaku masih merasakan kelelahan usai menjalani rangkaian pertandingan basket, semangat Raja tidak surut. Baginya, kesempatan untuk mengharumkan nama sekolah sebelum resmi menamatkan pendidikan di bangku SMA adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan.
“Sebenarnya rasa capek masih ada karena baru memenangkan basket untuk sekolah. Tapi bagi saya ini peluang karena saya yakin doa mamaku yang hebat. Supaya adil, saya juga harus mempersembahkan medali dari lomba renang, bukan hanya basket, di detik-detik terakhir masa putih abu-abu. Mumpung belum terima ijazah, masih bisa turun kolam mewakili SMAN 13 Bone,” ungkap Raja.
Keyakinan itu berbuah manis. Dalam kompetisi yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah tersebut, Raja berhasil meraih Juara II gaya bebas dan Juara III gaya kupu-kupu.
Namun bagi Raja, medali bukanlah cerita utama. Ada sosok yang selalu ia tempatkan di balik setiap keberhasilannya.
“Bukan aku yang kuat, tapi doa mamaku yang hebat.”
Kalimat sederhana itu selalu ia ucapkan setiap kali menerima penghargaan. Sebuah kalimat yang ternyata telah lama hidup dalam dirinya.
Raja merupakan putra dari Muh. Said Andi Azis, SKM., M.Kes dan Hj. Suhaenah, S.ST., M.Kes, pasangan yang telah purna bakti di bidang kesehatan. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama yang mengiringi perjalanan prestasinya sejak kecil.
Sang ibu, Hj. Suhaenah, mengenang bagaimana putranya tumbuh dengan cara pandang yang sederhana namun penuh makna. Sejak kecil, Raja memiliki kebiasaan menuliskan kalimat-kalimat motivasi di dinding kamarnya.
“Salah satu tulisan yang paling saya ingat adalah kalimat yang sekarang selalu dia ucapkan saat mendapat penghargaan, yaitu ‘Bukan aku yang kuat, tapi doa mamaku yang hebat’,” tutur Hj. Suhaenah.
Menurutnya, keluarga selalu berusaha memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai minat dan bakat yang dimiliki.
“Sebagai orang tua, kami selalu memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi dan berkembang sesuai minatnya. Sejak kecil dia memang suka menulis hal-hal sederhana, dan kalimat itu selalu dia bawa sampai sekarang setiap mendapat penghargaan,” lanjutnya.
Usai menerima piagam penghargaan, Raja tampak berfoto bersama pelatih dan ibunya. Momen sederhana itu menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui serta dukungan yang tidak pernah putus dari keluarga, pelatih, dan sekolah.
Prestasi di dunia renang bukanlah akhir dari perjalanan atlet muda tersebut. Raja kini telah lolos sebagai atlet renang selam Kabupaten Bone dan tengah mempersiapkan diri untuk memperkuat daerahnya pada ajang Porprov Sulawesi Selatan 2026.
Di saat sebagian siswa kelas XII mulai menutup lembaran masa SMA mereka, Raja memilih menuliskan akhir yang berbeda. Sebelum seragam putih abu-abunya benar-benar disimpan, ia memastikan ada dua persembahan yang ditinggalkan untuk sekolah tercinta: prestasi di lapangan basket dan medali dari kolam renang.
Dan di balik semua pencapaian itu, Raja tetap meyakini satu hal yang tak pernah berubah: bukan dirinya yang paling kuat, melainkan doa seorang ibu yang selalu menyertainya. (*)


Tinggalkan Balasan