Makkah – Suasana khusyuk di pelataran Masjidil Haram menjadi latar bagi sebuah doa dan harapan yang disampaikan oleh Camat Tanete Riattang, Dr. H. Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., M.Si. Dari hadapan Ka’bah, Baitullah, ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, sekaligus memanjatkan doa terbaik bagi pemimpin Kabupaten Bone tersebut.

Berada di Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah Haji, Andi Muhammad Iqbal memanfaatkan momen istimewa itu untuk menyampaikan pesan penuh makna kepada orang nomor satu di Kabupaten Bone. Menurutnya, hari ulang tahun bukan sekadar penanda bertambahnya usia, tetapi juga momentum untuk merenungkan amanah kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dari depan Ka’bah, ia mendoakan agar Bupati Bone senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Harapan itu juga disertai doa agar segala ikhtiar yang dilakukan dalam membangun daerah mendapat ridha Allah SWT dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Bone.

“Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kesuksesan dunia dan akhirat, serta selalu dapat melaksanakan tugas-tugas dengan penuh amanah,” ungkapnya.

Lebih jauh, Camat Tanete Riattang menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Andi Asman Sulaiman. Ia berharap berbagai program pembangunan yang telah dirintis dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bone.

Dalam suasana yang sarat nilai spiritual, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan kepada Bupati Bone, tetapi juga kepada keluarga besarnya. Atas nama masyarakat Kabupaten Bone yang sedang berada di Makkah, ia memohon agar Bupati beserta istri dan anak-anaknya senantiasa berada dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

“Semoga beliau sekeluarga senantiasa dirahmati oleh Allah SWT dan menjadi keluarga yang ahli ibadah,” tuturnya penuh harap.

Pesan dan doa yang disampaikan dari salah satu tempat paling suci bagi umat Islam tersebut menjadi simbol dukungan moral sekaligus ungkapan kebersamaan masyarakat Bone, baik yang berada di tanah air maupun yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Di tengah jutaan jamaah yang memadati Masjidil Haram, doa yang dipanjatkan dari depan Ka’bah itu menjadi bentuk penghormatan dan harapan agar kepemimpinan di Kabupaten Bone terus berjalan dengan baik, membawa kemajuan daerah, serta memberikan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat. Amin ya Rabbal Alamin. (*)