BONE– Hamparan sawah di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, pada Minggu pagi (24/5/2026) tampak berbeda dari biasanya. Deretan petani, personel TNI, mahasiswa, penyuluh pertanian, hingga jajaran pemerintah daerah berdiri berbaur di pematang sawah. Di tengah lumpur dan hamparan lahan yang siap tanam, semangat gotong royong menjadi pemandangan utama.

Di lokasi itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman turun langsung melakukan penanaman padi bersama personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 920/Lasalaga, penyuluh pertanian, siswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, serta masyarakat setempat.

Bukan sekadar seremoni tanam padi, kegiatan ini menjadi simbol penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.

Dengan mengenakan pakaian sederhana dan menyatu bersama peserta lainnya, Bupati Bone ikut menjejak sawah, menanam bibit padi secara gotong royong. Kehadirannya di tengah para petani memperlihatkan pesan sederhana namun kuat: pembangunan pertanian tidak cukup dibicarakan dari balik meja, tetapi perlu hadir langsung di lapangan.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan tanam padi ini, kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga semangat gotong royong di Kabupaten Bone,” ujarnya.

Ratusan personel TNI yang terlibat tidak hanya hadir sebagai pendukung kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam sektor strategis, yakni pertanian. Kehadiran mereka berdampingan dengan mahasiswa Polbangtan Gowa dan warga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.

Di sisi lain, keterlibatan siswa Polbangtan Gowa memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Generasi muda pertanian hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga membawa semangat pembaruan melalui edukasi dan pengenalan konsep pertanian modern serta berkelanjutan kepada masyarakat.

Kabupaten Bone sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Karena itu, perhatian terhadap sektor pertanian menjadi agenda penting yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Kegiatan tanam padi di Desa Mappesangka menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan tidak dibangun oleh satu institusi semata. Ia tumbuh dari kolaborasi—antara pemerintah yang hadir, TNI yang mendukung, dunia pendidikan yang memberi inovasi, dan masyarakat yang menjadi penggerak utama.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana antusias tampak menyelimuti area persawahan. Tangan-tangan yang bekerja bersama di antara lumpur sawah menjadi simbol kuat bahwa di Bone, harapan untuk pertanian dan kesejahteraan petani terus ditanam, satu bibit demi satu bibit. (*)