BONE– Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone di Jalan Petta Ponggawae kini menghadirkan wajah yang berbeda. Kawasan yang selama ini identik sebagai pusat aktivitas pemerintahan itu disulap menjadi ruang terbuka yang ramah anak melalui kehadiran kebun binatang mini.
Di bawah inisiatif Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, area rujab tidak lagi sekadar tempat menerima tamu atau agenda kedinasan. Di sana kini hidup beragam satwa yang menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak.
Sabtu pagi, 23 Mei 2026, suasana rujab dipenuhi gelak tawa dan rasa ingin tahu. Sejumlah siswa Taman Kanak-Kanak (TK) datang bersama guru dan orang tua untuk melakukan kunjungan edukatif sekaligus studi tiru.
Mereka berjalan berkelompok menyusuri area satwa dengan mata berbinar. Kehadiran burung kakaktua, merak, rusa, ayam hutan hingga burung tekukur langsung mencuri perhatian.
Bagi anak-anak, pengalaman itu bukan sekadar melihat hewan dari kejauhan. Mereka berinteraksi langsung, mengamati gerak-gerik satwa, bahkan memberi makan.
Momen itu pun berubah menjadi ruang belajar yang alami.
“Makanannya apa?”
“Minumnya apa?”
“Tidurnya di mana?”
“Anaknya ada tidak?”
Pertanyaan-pertanyaan polos itu terus bermunculan dari para siswa. Rasa penasaran mereka menjadi tanda bahwa proses belajar sedang berlangsung—bukan di dalam kelas, melainkan di tengah interaksi nyata dengan alam.
Guru pendamping menilai kunjungan tersebut memberi pengalaman berbeda bagi anak-anak. Satwa yang biasanya hanya mereka lihat melalui gambar, buku pelajaran, atau layar gawai, kini hadir di depan mata.
Belajar pun terasa lebih hidup.
Kehadiran kebun binatang mini ini perlahan menjadikan Rujab Bupati Bone sebagai ruang publik edukatif. Tempat yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak mengenal lingkungan dan keanekaragaman hayati sejak usia dini.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman turut mendampingi langsung anak-anak berinteraksi dengan satwa.
Ia berharap keberadaan kebun binatang mini ini dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus ruang tumbuh bagi kepedulian lingkungan.
“Selain menjadi sarana edukasi, kebun binatang mini di Rujab Bupati Bone juga diharapkan menjadi ruang interaksi anak dengan alam dan satwa sehingga mampu menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak dini,” ujar Bupati Bone.
Di tengah perkembangan teknologi dan semakin terbatasnya ruang interaksi anak dengan alam, kebun binatang mini di Rujab Bone hadir membawa pesan sederhana: belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Kadang, pelajaran terbaik justru lahir dari tatapan kagum seorang anak saat memberi makan rusa atau mendengar suara burung dari dekat untuk pertama kalinya. (*)


Tinggalkan Balasan