Watampone — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga kebersihan dan mempertahankan predikat Adipura kembali ditegaskan oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Bertempat di pelataran Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Bupati mengumpulkan para operator motor sampah dari wilayah perkotaan Watampone yang meliputi Kecamatan Tanete Riattang, Kecamatan Tanete Riattang Timur, dan Kecamatan Tanete Riattang Barat Kamis, 21 Mei 2026. Termasuk para lurah dan Camat.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda koordinasi rutin, melainkan bentuk evaluasi langsung atas pemanfaatan kendaraan operasional pengangkut sampah yang telah disediakan pemerintah kelurahan untuk menunjang layanan kebersihan di wilayah kota.
Langkah ini diambil setelah Bupati Bone menemukan adanya dugaan penyalahgunaan salah satu motor sampah saat melakukan kunjungan di Kelurahan Pappolo. Kendaraan yang seharusnya digunakan untuk pengangkutan sampah diduga dipakai mengangkut material yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Motor sampah ini harus digunakan sebagaimana mestinya, yaitu untuk pengangkutan sampah. Jangan dipakai untuk kepentingan lain,” tegas Bupati di hadapan para operator.
Menurutnya, keberadaan motor sampah tersebut bukanlah fasilitas yang diperoleh dengan mudah. Seluruh armada yang tersedia berasal dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, bukan dari APBD kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Ini murni hasil hibah CSR perusahaan. Karena itu harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Kita harus menghargai bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati juga meminta para operator agar memaksimalkan penggunaan armada pengangkut sampah. Ia menilai, masih ada kondisi di lapangan di mana aktivitas pengangkutan berhenti terlalu cepat, sementara masih terdapat sampah yang belum terangkut di wilayah kelurahan.
Menurutnya, motor sampah tidak cukup hanya digunakan satu atau dua kali pengangkutan dalam sehari. Kendaraan tersebut harus terus beroperasi untuk memastikan seluruh sampah di lingkungan masyarakat dapat tertangani.
“Saya sering menemukan ada yang sudah pulang lebih awal, padahal tugas belum selesai. Motor sampah harus tetap berada di lapangan untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah,” katanya.
Ia menegaskan, penumpukan sampah berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari bau tidak sedap, pembusukan, hingga sampah yang berserakan ke badan jalan.
Karena itu, Bupati meminta seluruh lurah, camat, dan operator untuk memperkuat sinergi serta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Baginya, menjaga kebersihan kota bukan semata demi mempertahankan penghargaan Adipura yang selama ini diraih Kabupaten Bone, tetapi menjadikan kebersihan sebagai budaya yang hadir setiap hari.
“Jangan hanya sekadar simbol bahwa kita sudah meraih Adipura. Kita ingin semangat Adipura itu hadir setiap hari, setiap saat,” tegasnya.
Sebagai bentuk perhatian kepada petugas kebersihan, Pemerintah Kabupaten Bone juga akan membagikan seragam khusus bagi operator motor sampah dan petugas kebersihan. Saat ini seragam tersebut telah dipesan dan akan segera didistribusikan.
Pemberian seragam ini dimaksudkan agar identitas petugas kebersihan lebih jelas sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka menjaga kebersihan kota.
Tak hanya itu, Bupati Bone juga menyiapkan apresiasi tambahan berupa bantuan beras bagi para operator sampah. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan melalui koordinasi dengan dinas terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peran petugas kebersihan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, para operator motor sampah bukan sekadar petugas lapangan, melainkan garda terdepan dalam menjaga wajah Kota Watampone tetap bersih, sehat, dan layak huni. Dengan kedisiplinan, sinergi, dan pemanfaatan fasilitas secara tepat, cita-cita menjadikan semangat Adipura hadir setiap hari di tengah masyarakat pun diharapkan dapat terus terwujud. (*)


Tinggalkan Balasan