BONE– Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyapa langsung warga Kabupaten Bone yang tengah menjalani magang dan bekerja di Jepang melalui sambungan Zoom pada Minggu, 17 Mei 2026 di Lapangan Merdeka Watampone. Pertemuan virtual itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita, harapan, hingga motivasi bagi putra-putri Bone yang sedang meniti pengalaman kerja di negeri Sakura.
Melalui fasilitas yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Bupati berbincang hangat dengan para pekerja asal Bone yang kini menjalani aktivitas di berbagai wilayah Jepang. Satu per satu peserta diberi kesempatan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para pejabat dan peserta Car Free Day yang hadir, menyaksikan secara langsung kemampuan bahasa sekaligus perkembangan para pekerja asal Bone di luar negeri.
Di balik layar virtual itu, tersimpan rasa bangga. Sejumlah pekerja mengaku berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas dukungan dan fasilitas yang diberikan sehingga mereka memiliki kesempatan bekerja sekaligus merasakan pengalaman hidup di luar negeri.
Salah satunya diungkapkan Andi Ibrahim, pekerja asal Bone yang kini berada di Jepang. Ia mengaku pengalaman bekerja di negeri tersebut membuka banyak hal baru dalam hidupnya.
“Ini pertama kalinya saya menikmati salju di Jepang. Fasilitas di sini juga sangat baik dan tentu berbeda dengan suasana kampung halaman saya di Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur,” ungkapnya.
Bagi para pekerja, kesempatan bekerja di Jepang bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi ruang belajar mengenai budaya kerja, disiplin, dan pengembangan diri.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menegaskan bahwa keberadaan warga Bone di Jepang harus dimaknai lebih besar dari sekadar pekerjaan.
“Persoalan gaji itu nomor dua. Yang paling penting adalah bagaimana mengharumkan nama daerah dengan bekerja baik dan menunjukkan etos kerja yang positif,” pesan Andi Asman Sulaiman.
Ia berharap pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di Jepang nantinya dapat dibawa pulang dan diimplementasikan di Kabupaten Bone. Bahkan, menurutnya, para pekerja dapat menjadi motor penggerak pembangunan daerah, baik melalui usaha mandiri maupun dengan mengabdi di perusahaan-perusahaan yang ada di Bone.
Harapan itu juga diperkuat dengan langkah nyata pemerintah daerah yang dalam momentum tersebut melepas 20 warga Bone untuk mengikuti program magang di Jakarta sebagai persiapan menuju penempatan kerja di Jepang.
Sementara itu, Prof. Hafid Abbas selaku pimpinan PT BREXA Raya Indonesia perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PT OS Selnajaya Indonesia — mengungkapkan peluang masyarakat Bone untuk bekerja di Jepang masih sangat terbuka lebar.
Perusahaan penyedia layanan sumber daya manusia tersebut, kata dia, memiliki fasilitas pelatihan dan sarana yang memadai untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja, mulai dari pelatihan bahasa hingga persiapan penempatan.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bone agar terus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia.
“Daya tampung pengembangan SDM sangat besar. Ini menjadi peluang bagi masyarakat Bone untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka akses kerja ke Jepang,” ujarnya.
Pertemuan virtual dari Watampone menuju Jepang itu akhirnya menjadi simbol bahwa jarak bukan lagi penghalang. Di balik layar Zoom, terselip semangat anak-anak Bone yang sedang belajar menjadi duta daerah — membawa nama kampung halaman, menimba pengalaman, lalu suatu saat kembali untuk membangun tanah kelahiran. (*)


Tinggalkan Balasan