BONE–Ratusan kepala desa dari berbagai pelosok Kabupaten Bone tampak berbaris rapi, mengikuti Apel Pagi Swasembada Pangan yang diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, memimpin langsung apel tersebut di Lapangan Merdeka Watampone. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala desa yang hadir dan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pertanian. “Kehadiran bapak dan ibu kepala desa pagi ini adalah bukti bahwa kita semua satu barisan dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari desa,” ungkapnya penuh semangat.

Usai apel, suasana berubah lebih hangat dan bersahabat. Para kepala desa diundang masuk ke dalam kompleks rumah jabatan Bupati Bone. Di sana, kejutan besar menanti mereka—sebanyak 186 unit traktor pertanian diberikan kepala desa untuk kemudian disalurkan kepada kelompok tani di wilayah masing-masing.

“Traktor ini bukan sekadar bantuan alat. Nilainya memang Rp30 juta per unit, tapi manfaatnya bisa jauh melampaui itu jika benar-benar digunakan untuk memberdayakan masyarakat desa,” ujar Bupati Andi Asman. Ia menegaskan pentingnya penggunaan traktor secara optimal untuk mendongkrak produktivitas pertanian desa dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Lebih jauh, Bupati juga mengingatkan para kepala desa untuk turut menyukseskan program prioritas nasional seperti Koperasi Merah Putih dan Makanan Bergizi Gratis yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat. “Kita tidak boleh tinggal diam. Program-program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kita harus pastikan mereka berjalan di desa kita,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati Andi Asman turut menyinggung soal tanggung jawab kepala desa dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia menegaskan pentingnya distribusi dan penagihan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) secara maksimal.

“Dalam waktu dekat SPPT akan mulai disalurkan, baik untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan. Saya minta dimaksimalkan. Desa yang paling cepat melunasi PBB-nya, akan saya berikan hadiah khusus,” janjinya dengan nada penuh motivasi.

Apel Pagi Swasembada Pangan hari ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan Bone yang mandiri secara pangan dan sejahtera secara ekonomi. (*)