BONE– Semangat berkesenian dan berliterasi kembali bergema di Kabupaten Bone. Aula Lamellong Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dipenuhi talenta-talenta muda terbaik dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Bone tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 15–16 Mei 2026.

Kegiatan bergengsi yang menjadi wadah pengembangan kreativitas siswa itu dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Abd. Rahman, S.Kom., M.Si. Hadir pula Kabid SD Andi Supriadi, SE., MM serta Tenaga Ahli Khusus Bupati Bone Abd. Rahim bersama para guru pendamping dan peserta dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Bone.

Suasana Aula Lamellong tampak semarak sejak pagi. Anak-anak dengan penuh percaya diri menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ada yang sibuk mempersiapkan naskah cerita, ada yang melatih ekspresi pantomim, sementara peserta lomba tari dan menyanyi solo terlihat antusias menanti giliran tampil di hadapan dewan juri.

Ketua Panitia Pelaksana Andi Amran dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 113 peserta dari berbagai SD di Kabupaten Bone. Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menulis cerita, mendongeng, menyanyi solo, pantomim, dan tari. “Anggaran kegiatan ini bersumber dari DAU E-Marking sebesar Rp46 juta,” jelasnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, FLS3N menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan jati diri dan potensi terbaik mereka sejak dini. Pemerintah Kabupaten Bone berharap dari kegiatan ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu membawa nama Bone hingga tingkat provinsi dan nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Abd. Rahman, S.Kom., M.Si menegaskan bahwa pelaksanaan FLS3N merupakan amanah dari kementerian yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan menyalurkan bakat peserta didik.

“Kegiatan ini merupakan perintah dari kementerian untuk dilaksanakan dalam rangka mengeksplor dan menyalurkan kompetensi anak-anak kita. Apa yang menjadi bakat anak-anak kita bisa dikembangkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Para juara nantinya akan mewakili Kabupaten Bone pada ajang tingkat provinsi bahkan nasional.

“Kegiatan ini berjenjang mulai dari kecamatan hingga kabupaten. Yang juara di kabupaten akan mewakili Bone ke tingkat nasional,” tambahnya.

Abd. Rahman juga mengingatkan bahwa Kabupaten Bone pernah menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara umum tingkat provinsi. Karena itu, ia berharap capaian tersebut dapat kembali diwujudkan tahun ini.

“Dari sisi prestasi, Bone pernah menjadi juara umum tingkat provinsi. Kita berharap tahun ini hal itu bisa kita wujudkan kembali,” katanya optimistis.

Di hadapan peserta, ia memberikan motivasi penuh semangat agar seluruh siswa tampil maksimal dan percaya diri menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

“Tunjukkan bakat, maksimalkan kompetensi. Kehadiran di sini menjadi tanda bahwa anak-anakku memiliki kualitas. Kalau tampil maksimal, ditunggu di Jakarta,” pesannya yang langsung disambut tepuk tangan meriah peserta dan guru pendamping.

Tak lupa, ia juga meminta dewan juri untuk menjunjung tinggi profesionalisme dan objektivitas dalam memberikan penilaian sehingga hasil lomba benar-benar melahirkan wakil terbaik Kabupaten Bone.

Festival ini bukan sekadar panggung kompetisi, tetapi juga menjadi cermin harapan besar terhadap masa depan generasi Bone. Dari Aula Lamellong, mimpi-mimpi kecil anak-anak mulai dirajut menuju panggung yang lebih besar, membawa nama Bone dengan seni, sastra, dan kreativitas yang membanggakan. (*)