BONE– Langit siang di atas Kota Watampone tampak masih menyisakan mendung ketika sebuah helikopter mendarat di Lapangan Eficentrum, Sabtu siang sekitar pukul 12.30 Wita. Dari heli itu turun sosok yang ditunggu warga terdampak banjir di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Kedatangannya bukan sekadar kunjungan seremonial. Di tengah suasana duka dan kecemasan warga akibat banjir yang merendam permukiman, Gubernur Sulsel datang membawa perhatian, bantuan, sekaligus harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Bone.

Di lokasi pendaratan, Gubernur langsung disambut hangat oleh adiknya sendiri, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Tanpa berlama-lama, keduanya bergerak menuju Posko Banjir Pemerintah Kabupaten Bone di Kelurahan Panyula, pusat penanganan warga terdampak banjir sejak Jumat, 08 Mei 2026.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, jejak bencana masih terlihat jelas. Air yang sempat meluap menyisakan lumpur di halaman rumah warga. Beberapa bangunan tampak retak dan bergeser akibat derasnya arus banjir. Wajah-wajah warga yang berdiri di depan tenda pengungsian menyiratkan kelelahan, namun kedatangan rombongan pemerintah menghadirkan sedikit rasa lega.

Di posko banjir itulah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar serta 500 paket sembako untuk masyarakat terdampak. Bantuan itu diterima langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bone untuk segera disalurkan kepada korban banjir.

Tak hanya bantuan logistik, suasana haru juga terasa ketika santunan diberikan kepada keluarga korban banjir. Salah satunya untuk keluarga anak berusia lima tahun yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir. Santunan juga diberikan kepada keluarga seorang lansia di wilayah Bajoe yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengaku bersyukur atas perhatian besar yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulsel kepada masyarakat Bone. “Ini berkah untuk kita semua. Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang menyempatkan hadir langsung di tengah masyarakat Bone dan membawa bantuan miliaran rupiah untuk warga terdampak,” ungkapnya.

Di hadapan Gubernur, Bupati Bone juga memaparkan kondisi banjir yang dinilai lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, curah hujan ekstrem dan kondisi alur sungai menjadi salah satu penyebab utama meluasnya dampak banjir.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membangun posko dan tenda pengungsian serta menyalurkan berbagai bantuan dari pemerintah maupun organisasi masyarakat. Bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Baznas.

Namun di balik upaya tanggap darurat itu, ada persoalan besar yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Bupati menyebut alur sungai yang membentang antara Sambaloge hingga muara sungai masih dalam kondisi tanah sehingga memerlukan pengerukan agar aliran air lebih lancar.

“Kondisi cuaca saat ini sangat tinggi dibanding lima tahun terakhir. Dulu masih bisa tertangani, sekarang debit air jauh lebih besar. Karena itu pengerukan sungai menjadi kebutuhan mendesak,” jelasnya.

Selain infrastruktur sungai, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan dua unit rumah dilaporkan mengalami pergeseran akibat terjangan banjir.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat yang terdampak agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, bencana adalah cobaan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ikhtiar bersama.

“Ini bagian dari cobaan dari Allah SWT. Ke depan mari kita berikhtiar dan berupaya meminimalisir agar persoalan banjir ini bisa teratasi,” ujarnya di hadapan warga.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan Rp1 miliar yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk penanganan teknis, termasuk pengerukan sungai yang menjadi salah satu kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan itu, Gubernur turut mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Kabupaten Bone dalam menangani warga terdampak banjir. Menurutnya, respons cepat pemerintah daerah sangat penting agar bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera disalurkan. “Kalau ada musibah seperti ini, kepala daerah dan OPD terkait harus bergerak cepat supaya bisa segera dibantu,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Gubernur juga mendorong OPD terkait untuk aktif mengusulkan program rehabilitasi rumah dan pembangunan infrastruktur ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Saat ini banyak program rehabilitasi rumah dan bantuan pembangunan jembatan dari pemerintah pusat. Datanya harus diperbaiki dan segera diusulkan supaya Bone juga bisa mendapatkan bantuan,” imbuhnya. (*)