MAKASSAR– Upaya perpanjangan runway Bandara Arung Palakka di Kabupaten Bone kini memasuki babak yang semakin menjanjikan. Dukungan masyarakat yang terus mengalir menjadi energi besar dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis tersebut sebuah langkah yang tidak hanya berbicara soal fisik pembangunan, tetapi juga tentang harapan masa depan daerah.

Momentum penting itu terlihat saat penyerahan alas hak lahan bandara sisi timur kepada Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, yang berlangsung pada Minggu, 26 April 2026 di Makassar. Penyerahan dilakukan langsung oleh perwakilan warga, disaksikan oleh Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bone, Dr. Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., M.Si serta Camat Awangpone, Andi Aidil Sammang.

Peristiwa ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia menjadi simbol kuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah—sebuah bentuk kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah untuk membawa Bone melangkah lebih maju.

“Alhamdulillah, penyerahan alas hak lahan bandara sisi timur telah dilakukan langsung oleh masyarakat kepada Bapak Gubernur,” ungkap Andi Muhammad Iqbal, yang juga menjabat sebagai Camat Tanete Riattang.

Langkah tersebut sekaligus menjadi pembuktian konkret atas amanah yang diberikan oleh Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, kepada jajaran perangkat daerahnya. Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan masyarakat terlihat berjalan selaras dalam satu visi besar: membuka akses dan mempercepat kemajuan daerah.

Selama ini, Bandara Arung Palakka telah melayani penerbangan pesawat jenis ATR. Namun, dengan rencana perpanjangan landasan pacu, bandara ini diproyeksikan mampu melayani pesawat berbadan lebih besar seperti Boeing dan Airbus, sekaligus meningkatkan frekuensi penerbangan.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyambut optimisme tersebut dengan penuh keyakinan. Baginya, pengembangan bandara bukan hanya soal memperluas infrastruktur, tetapi membuka pintu peluang yang lebih besar.

“Bandara Arung Palakka memiliki peran vital sebagai gerbang udara Bone. Dengan perpanjangan landasan pacu, kita berharap pesawat dengan kapasitas lebih besar bisa mendarat, sehingga akses masyarakat semakin mudah dan cepat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembangunan ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan konektivitas, serta terbukanya peluang investasi baru di Kabupaten Bone.

Di balik itu semua, peran masyarakat menjadi fondasi yang tak tergantikan. Kesediaan warga menyerahkan lahan mereka menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi kebutuhan bersama.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, pengembangan Bandara Arung Palakka kini bergerak dari wacana menuju realisasi. Dan di tengah proses itu, satu hal menjadi jelas: kemajuan Bone sedang dibangun bersama dari tanah yang diikhlaskan, hingga masa depan yang diharapkan. (*)