BALIKPAPAN– Di sela agenda dinas yang padat, ada cerita kecil yang justru menyimpan makna besar. Kunjungan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, ke Balikpapan bukan sekadar menghadiri forum resmi, tetapi juga menjadi momentum belajar langsung dari sebuah kota yang dikenal rapi dan tertib.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu dalam Workshop Kegiatan Usaha Hulu Migas yang digelar SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Energy Equity Epic Sengkang (EEES), sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja sama tertanggal 6 Maret 2026.
Namun di balik agenda formal tersebut, ada hal menarik yang justru mencuri perhatian.
Pagi Selasa, 21 April 2026 Bupati H. Andi Asman memilih memulai harinya dengan berolahraga ringan, menyusuri jalan-jalan utama Kota Balikpapan. Langkah demi langkah, ia tidak hanya menikmati udara segar, tetapi juga mengamati wajah kota yang bersih, tertata, dan terasa nyaman.
Di sepanjang jalan, hampir tak terlihat tumpukan sampah. Tidak ada bau menyengat, tidak ada pemandangan kumuh. Yang tampak justru kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan.
Balikpapan seolah memberi pelajaran sederhana: kebersihan bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi hasil kesadaran kolektif masyarakat.
Pengelolaan sampah di Balikpapan berjalan dengan pola yang jelas dan konsisten. Warga membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan, sementara petugas melakukan pengangkutan secara teratur. Tidak ada ruang bagi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kesadaran ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan dibangun melalui edukasi, aturan, dan ketegasan yang berjalan beriringan.
Bagi Bupati Bone, pengalaman ini bukan sekadar pengamatan, tetapi bahan refleksi.
Ia melihat ada sesuatu yang bisa dibawa pulang ke Kabupaten Bone: semangat membangun budaya bersih.
Ajakan pun mengalir sederhana namun tegas masyarakat Bone diharapkan mulai membiasakan diri membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan dan di tempat yang disediakan. Sebab perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil.
Lebih dari itu, ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi tentang kualitas hidup, kesehatan lingkungan, dan citra daerah.
Di sisi lain, keikutsertaan dalam workshop SKK Migas memperkuat langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bone dalam mengelola potensi energi daerah melalui kerja sama dengan EEES. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya yang berkelanjutan.
Namun perjalanan ini menunjukkan satu hal penting: pembangunan tidak hanya soal investasi dan kontrak kerja sama, tetapi juga tentang bagaimana sebuah daerah mengelola kehidupan sehari-hari warganya—termasuk soal sampah.
Dari Balikpapan, Bupati Bone membawa lebih dari sekadar hasil pertemuan. Ia membawa inspirasi—tentang kota yang bersih karena warganya disiplin, tentang sistem yang berjalan karena kesadaran bersama.
Kini, tantangannya adalah bagaimana inspirasi itu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di Bone.
Karena kota yang maju bukan hanya yang kaya sumber daya, tetapi yang warganya sadar akan tanggung jawab bersama. (*)


Tinggalkan Balasan