BONE– Pemerintah Kabupaten Bone bersiap menyambut kedatangan personel Batalyon TP 920/Lasalaga melalui rangkaian kegiatan penyambutan yang sarat makna budaya dan kebersamaan, Jumat, 13 Maret 2026. Penyambutan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Bone untuk menerima kehadiran satuan baru TNI Angkatan Darat yang diharapkan memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Prosesi penyambutan akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta unsur TNI, dengan memadukan tradisi militer dan kearifan lokal khas Bone.

Berdasarkan rundown kegiatan, rombongan personel Yon TP 920/Lasalaga dijadwalkan bergerak dari Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre menuju Kota Watampone sekitar pukul 13.00 hingga 15.30 WITA menggunakan kendaraan truk.

Setibanya di Kota Watampone sekitar pukul 15.30 WITA, para prajurit terlebih dahulu melakukan pengecekan serta persiapan sebelum bergerak menuju Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone melalui rute yang telah ditentukan.

Setelah itu, para personel akan melaksanakan tradisi berjalan kaki mengelilingi Kota Watampone bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan. Tradisi ini bukan sekadar prosesi simbolik, tetapi juga menjadi bentuk pengenalan para prajurit kepada lingkungan dan masyarakat Bone yang kelak akan menjadi bagian dari wilayah pengabdian mereka.

Dalam perjalanan tersebut, rombongan juga akan singgah di Situs Tanah Bangkalae. Di lokasi bersejarah ini, para prajurit akan mendengarkan narasi singkat mengenai nilai sejarah dan budaya yang disampaikan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Rumah Jabatan Bupati.

Sekitar pukul 16.50 WITA, rombongan dijadwalkan tiba di gerbang Rumah Jabatan Bupati Bone. Di tempat ini akan berlangsung prosesi tradisi penyambutan yang diawali dengan pengalungan kain serta pemasangan songkok recca kepada Komandan Batalyon dan Wakil Komandan Batalyon sebagai simbol kehormatan dan penerimaan masyarakat Bone terhadap para prajurit.

Suasana penyambutan akan semakin semarak dengan penampilan Tari Padduppa, tarian khas Bugis yang melambangkan penghormatan dan penerimaan tamu dengan penuh kehangatan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone dengan sambutan dari Bupati Bone, dilanjutkan dengan pengenalan singkat mengenai Tombak Lasalaga yang menjadi identitas dan simbol satuan. Acara ini juga dirangkaikan dengan sesi foto bersama sebagai penanda momen bersejarah tersebut.

Komandan Batalyon dan Wakil Komandan Batalyon juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Museum Arajang untuk melihat langsung peninggalan sejarah dan simbol kebesaran Kerajaan Bone.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh personel Yon TP 920/Lasalaga bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan akan menuju lapangan tenis Rumah Jabatan Bupati Bone untuk melaksanakan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan ibadah salat Magrib berjamaah.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir, sekitar pukul 20.30 WITA seluruh personel Yon TP 920/Lasalaga beserta perlengkapannya akan kembali ke Bakunge, Kecamatan Ponre.

Diketahui, Batalyon TP 920/Lasalaga merupakan satuan militer TNI Angkatan Darat yang termasuk dalam kategori Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dengan total kekuatan sekitar 515 personel.

Satuan ini dibentuk sebagai bagian dari penguatan pertahanan wilayah sekaligus mendukung stabilitas keamanan daerah. Kehadirannya juga diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk menjadi penggerak ekonomi di wilayah sekitar.

Berbeda dengan batalyon tempur pada umumnya, Yonif TP memiliki dua fungsi utama. Selain fungsi militer dalam menjaga keamanan wilayah dan kesiapsiagaan pertahanan, satuan ini juga memiliki fungsi teritorial pembangunan, yakni membantu berbagai program pemerintah seperti ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pembinaan masyarakat.

Dengan demikian, kehadiran prajurit Lasalaga di Bone tidak hanya membawa kekuatan pertahanan, tetapi juga semangat pengabdian untuk pembangunan daerah.

Penyambutan ini pun menjadi simbol diterimanya para prajurit Lasalaga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Bone. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menegaskan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendorong kemajuan daerah di Bumi Arung Palakka. (*)