BONE– Musibah banjir yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Bone menjadi momentum penting lahirnya langkah cepat pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah pada Senin, 11 Mei 2026. Di tengah genangan yang masih menyisakan duka, kehadiran Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bersama putranya, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, disambut hangat masyarakat Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Di hadapan warga, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa syukurnya karena pemerintah pusat turun langsung melihat kondisi masyarakat Bone yang terdampak banjir. “Alhamdulillah, di tengah masyarakat Kabupaten Bone tertimpa musibah banjir, Bapak Menteri hadir langsung bersama putranya yang terbaik di Bone,” ujar Bupati disambut tepuk tangan warga.
Suasana yang semula penuh keprihatinan seketika mencair ketika Bupati melontarkan candaan khasnya. “Yang mana ganteng? Ganteng semua? Saya yang ganteng!” ucapnya disambut gelak tawa masyarakat.
Namun di balik suasana hangat itu, Bupati Bone menyampaikan persoalan besar yang selama ini menjadi penyebab utama banjir tahunan di wilayah tersebut. Di depan Menteri Pertanian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, jajaran direktur jenderal kementerian, serta unsur Forkopimda, ia mengungkapkan bahwa banjir yang terus berulang dipicu oleh pendangkalan saluran air dan wilayah pesisir.
“Izin Puang melaporkan bahwa banjir ini sebenarnya hampir setiap tahun terjadi. Penyebab utamanya adalah pendangkalan dan saluran yang membutuhkan pengerukan serta normalisasi,” ungkapnya.
Pernyataan itu langsung mendapat atensi serius dari pemerintah pusat. Balai Kementerian Pekerjaan Umum bersama jajaran terkait disebut segera mengeksekusi langkah normalisasi dan pengerukan saluran air.
Bupati menegaskan, persoalan ini bukan sekadar banjir di kawasan pemukiman, tetapi juga menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.
“Kalau saluran dan pesisir dangkal, nelayan juga kesulitan melaut. Jadi ini menyangkut ekonomi masyarakat,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone berharap program pengerukan dan normalisasi dapat segera direalisasikan agar banjir tahunan tidak terus menghantui warga pesisir.
Di tengah kunjungan tersebut, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bagi masyarakat terdampak banjir. Bantuan itu menjadi simbol kehadiran negara saat masyarakat menghadapi bencana.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Bone juga mulai memikirkan solusi jangka panjang. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan lumbung sosial dan lumbung pangan di wilayah pesisir.
Menurut Bupati Bone, keberadaan lumbung sosial dan pangan nantinya diharapkan menjadi pusat cadangan bantuan darurat sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat saat terjadi bencana.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan dirinya langsung menjadwalkan kunjungan ke Bone begitu mendapat kabar banjir melanda daerah tersebut. “Saya hadir di sini bersama 33 truk bantuan sembako dengan harapan bisa meringankan beban masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, Menteri Pertanian juga menyerahkan bantuan tunai Rp1 miliar untuk korban banjir yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah.
Yang paling menyita perhatian warga adalah instruksi tegas Menteri terkait normalisasi sungai. Ia meminta pengerjaan dilakukan secepat mungkin agar banjir serupa dapat diminimalisir saat musim hujan kembali datang.
“Saya minta normalisasi sungai tuntas dalam satu minggu ke depan. Kalau masih ada sungai-sungai kecil yang butuh pengerukan segera laporkan,” tegasnya.
Kunjungan itu menjadi gambaran kuat bagaimana sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bergerak bersama menghadapi bencana. Di tengah duka masyarakat pesisir Bone, harapan baru mulai tumbuh bahwa persoalan banjir tahunan akhirnya mendapat perhatian serius dan langkah nyata penyelesaian. (*)


Tinggalkan Balasan