BONE– Laut di pesisir Kalicoppeng, Kelurahan Pallette, Kecamatan Tanete Riattang Timur, tampak seperti biasa. Tenang, bersahabat, dan menjadi ruang penghidupan bagi para nelayan. Namun bagi keluarga Arif (46), seorang nelayan setempat, berubah menjadi awal dari kecemasan yang belum berujung.

Seusai menunaikan salat subuh, Arif berangkat melaut seperti rutinitas hari-harinya. Tujuannya sederhana: mencari kepiting di perairan yang telah akrab ia jelajahi selama bertahun-tahun. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Tidak ada firasat buruk yang menyertai kepergiannya.

Namun hingga pukul 11.00 WITA, Arif belum juga kembali ke daratan. Sementara nelayan lain sudah lebih dulu merapatkan perahu mereka, kegelisahan mulai menyelimuti keluarga. Waktu yang terus berjalan tanpa kabar membuat harapan berubah menjadi kekhawatiran.

Pihak keluarga bersama para nelayan setempat kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Laut yang sebelumnya memberi penghidupan kini menjadi ruang pencarian yang penuh tanda tanya.

Sekitar pukul 12.30 WITA, sebuah perahu ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan tersebut. Perahu itu diyakini milik Arif. Namun, sang pemilik belum juga ditemukan.

“Perahunya kami temukan sudah terbalik, tapi Arif belum terlihat,” ungkap Syamsuddin (32), salah seorang nelayan yang ikut dalam pencarian. Hal senada disampaikan Sainuddin (55), nelayan lain yang turut menjadi saksi dalam peristiwa tersebut.

Kabar ini dengan cepat menyebar, mengundang perhatian berbagai pihak. Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, ST., M.Si, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pencarian. Ia menyampaikan harapannya agar korban dapat segera ditemukan.

“Saat ini kami berada di lokasi bersama tim. Semoga korban bisa segera ditemukan,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Upaya pencarian pun terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Bone, BPBD Bone, Den C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, serta Satpol PP Pemda Bone dikerahkan untuk menyisir area laut tempat ditemukannya perahu.

Gelombang laut, waktu yang terus berjalan, serta luasnya area pencarian menjadi tantangan tersendiri. Namun semangat gotong royong antara warga dan tim gabungan menjadi kekuatan utama dalam upaya menemukan Arif.

Di pesisir Kalicoppeng, keluarga masih menanti. Harapan itu belum padam. Setiap mata memandang laut dengan doa yang sama agar Arif segera ditemukan dan kembali, apapun keadaannya. (*)