BONE– Suara riuh penonton yang memenuhi arena pertandingan seolah menjadi penanda bahwa Turnamen Bola Voli Putra Beramal Cup 2026 telah memasuki babak yang paling dinanti. Setelah lebih dari sepekan menyuguhkan pertandingan penuh tensi sejak bergulir pada 26 Juli 2026, kini hanya tersisa delapan tim terbaik yang masih bertahan dalam perburuan gelar juara.
Turnamen bergengsi yang digelar Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBVSI Bone ini kembali membuktikan diri sebagai panggung prestisius bagi klub-klub bola voli terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Tim-tim asal Bone, Wajo, hingga Soppeng silih berganti menampilkan permainan terbaik mereka dalam setiap pertandingan, menghadirkan duel-duel yang menghibur sekaligus menegangkan.
Perjalanan menuju fase delapan besar bukanlah hal yang mudah. Sejak babak penyisihan yang berlangsung pada 26–29 Juli, setiap tim dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaik demi menjaga asa tetap hidup.
Porprov Soppeng membuka langkah menghadapi Pemuda Volly, sementara Porprov Bone harus bekerja keras saat bertemu Empat Putra. All Star Bone berhadapan dengan Pallas Kampong B, disusul laga Kopi Lotong melawan MPB VC Bone dan Mare menghadapi Tellu Siattingnge.
Persaingan semakin sengit ketika BVB Bone menantang Kajuara Prime, Cakarnalis Wajo bertemu Bhayangkara Asbaka, hingga Waterlife yang berhadapan dengan Pemula Mare. Di penghujung babak penyisihan, JVC Wajo melawan Kahu serta Arhanud menghadapi Pallas Kampong A melengkapi rangkaian pertandingan yang berlangsung dalam atmosfer kompetitif.
Memasuki fase gugur, tensi pertandingan meningkat drastis. Setiap kemenangan menjadi tiket menuju putaran berikutnya, sementara kekalahan berarti akhir perjalanan di turnamen. Para juara dari setiap laga kemudian berhadapan dengan tim-tim unggulan seperti Polewali, MBG Bone, Trikora Wajo, Mines Soro Wajo, BKM Lapri, hingga Tenda Biru dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung hingga 2 Agustus.
Kini, kompetisi memasuki babak paling menentukan. Delapan tim terbaik dipastikan bertarung pada babak perempat final yang digelar Senin, 3 Agustus 2026. Empat pertandingan akan menjadi penentu siapa saja yang berhak melaju ke semifinal sehari berikutnya, sebelum akhirnya dua tim terbaik bertemu di Grand Final pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone, H. Muslimin, SE., MM., mengapresiasi seluruh klub peserta yang telah menunjukkan semangat juang dan menjunjung tinggi nilai sportivitas sepanjang kompetisi berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh klub yang telah ikut ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Beramal Cup 2026. Semangat bertanding, kebersamaan, dan sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa pembinaan bola voli di daerah terus berkembang dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, Beramal Cup bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Turnamen Bola Voli Beramal Cup tidak hanya menjadi wadah melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan, tetapi juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat. Antusiasme penonton yang hadir setiap pertandingan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kompetisi yang berkualitas,” tambahnya.
Pernyataan tersebut tercermin dari antusiasme masyarakat yang terus memadati arena pertandingan setiap hari. Sorak sorai pendukung, semangat para pemain, hingga persaingan sehat antarklub menghadirkan atmosfer yang menjadikan Beramal Cup lebih dari sekadar turnamen olahraga. Kompetisi ini telah menjadi ruang berkumpulnya masyarakat sekaligus ajang mempererat silaturahmi antardaerah.
Memasuki fase delapan besar, kualitas pertandingan dipastikan meningkat. Seluruh tim yang tersisa telah membuktikan kapasitasnya sepanjang turnamen sehingga setiap laga diprediksi berlangsung ketat dan sulit ditebak. Tak hanya strategi dan kekuatan fisik yang akan menjadi penentu, tetapi juga mental bertanding dalam menghadapi tekanan di fase gugur.
Pada akhirnya, siapa pun yang berhasil mengangkat trofi Putra Beramal Cup 2026 nanti akan mencatatkan namanya sebagai yang terbaik. Namun lebih dari sekadar gelar juara, turnamen ini kembali menegaskan komitmen Pengkab PBVSI Bone dalam membangun ekosistem pembinaan bola voli yang berkesinambungan, melahirkan bibit-bibit atlet potensial, serta menjaga semangat olahraga tetap hidup di tengah masyarakat.
Grand Final pada 5 Agustus mendatang akan menjadi penutup perjalanan panjang kompetisi ini. Sebuah akhir yang akan menentukan siapa raja baru Beramal Cup 2026, sekaligus membuka harapan baru bagi masa depan bola voli di Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan. (*)


Tinggalkan Balasan