
BONE–Suasana penuh semangat mewarnai salah satu tahapan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) Batch yang dilaksanakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK) Sulawesi Selatan untuk para guru SMA di Kabupaten Bone. Kegiatan talkshow menjadi momen istimewa, karena dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan yang memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta.
Hadir pada kesempatan itu Kasi Pembinaan SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Dr. H. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., yang turut membuka kegiatan sekaligus menjadi panelis dalam sesi talkshow. Turut hadir pula Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas Pembina SMA/SMK Kabupaten Bone dan sejumlah kepala sekolah dari guru peserta pelatihan.
Dalam sambutannya yang hangat, Hj. Andi Rasna berbagi kisah perjuangannya meniti karier di dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya semangat belajar tanpa henti bagi guru dan kepala sekolah. “Guru dan kepala sekolah harus terus belajar dan giat bekerja. Saya percaya, kerja keras dan semangat belajar tidak akan pernah mengkhianati hasil,” ujarnya penuh inspirasi.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bone. Ia juga mengingatkan para guru untuk mengajar dengan sepenuh hati, mengikuti arah kurikulum yang tengah dijalankan saat ini agar pembelajaran lebih bermakna dan berdampak bagi peserta didik.
Sementara itu, Dr. H. Shabiel Zakaria dalam sambutannya menyoroti filosofi mendalam dari konsep pembelajaran mendalam. Ia menyebutkan bahwa pendekatan seperti ini sebenarnya bukan hal baru, bahkan telah dipraktikkan sejak masa Rasulullah dalam berdakwah. “Pembelajaran mendalam sejatinya telah lama dilakukan. Rasulullah telah menanamkan nilai-nilai kebaikan yang hidup dalam hati umatnya—itulah esensi dari pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang kelak akan menjadi pesan kebaikan abadi di ingatan siswa. “Yang dikenang oleh murid bukan seberapa banyak materi yang disampaikan, tapi seberapa bermakna nilai yang ditanamkan,” tutur Shabiel.
Dalam sesi talkshow, enam guru terpilih mempresentasikan praktik baik pembelajaran mendalam yang telah mereka terapkan di sekolah masing-masing. Dr. Shabiel berperan aktif sebagai panelis, mengajukan sejumlah pertanyaan reflektif yang mendorong para guru untuk menggali lebih dalam esensi praktik mereka.
Di sela kegiatan, Shabiel juga memberikan door prize berupa buku karyanya, hasil kolaborasi bersama beberapa rekan penulis berjudul Sekolah Khatulistiwa (Merdeka Belajar, Merdeka Berpikir). Buku tersebut ia bagikan kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan kuis saat sambutan pembukaan. Tidak hanya bagi buku, buku ini terbit tahun 2020 sebelum Kurikulum Mereka ada. Kegiatan talkshow itu menjadi ruang refleksi yang bermakna. Tidak hanya memperkaya wawasan peserta tentang strategi mengajar yang mendalam dan humanis, tetapi juga menyalakan kembali semangat untuk menghadirkan pembelajaran yang menginspirasi.
Melalui kegiatan ini, semangat guru-guru Bone untuk menjadi penggerak perubahan pendidikan tampak nyata sebuah langkah kecil namun bermakna dalam mewujudkan generasi pembelajar sepanjang hayat. (*)



Tinggalkan Balasan