BONE– Bertempat di Masjid Al-Markas Al-Ma’arif Selasa, 05 Mei 2026, ratusan pasang mata berkaca-kaca, mengiringi langkah para Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 5 yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima. Di tengah momen penuh makna itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, hadir langsung melepas keberangkatan dengan penuh kehangatan.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone itu disambut antusias para calon jamaah dan keluarga yang turut mengantar. Tak sekadar seremoni, Bupati Bone menyempatkan diri menyapa satu per satu jamaah, menyalami keluarga, hingga berbincang ringan dengan para petugas haji. Gestur sederhana itu menjadi penguat emosional bagi para jamaah yang akan menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Momen menyentuh terlihat saat Bupati memberikan perhatian khusus kepada seorang jamaah lansia yang duduk di kursi roda. Dengan penuh empati, ia menyampaikan dukungan dan doa, memastikan bahwa usia dan keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih panggilan suci. Tak kalah mengharukan, Bupati juga menyapa jamaah termuda berusia 16 tahun yang berangkat menggantikan orang tuanya sebuah kisah pengorbanan dan keikhlasan yang mengundang rasa haru.
Bupati Bone mengingatkan bahwa kesempatan berhaji adalah anugerah yang tidak semua umat Islam dapatkan. Ia menyinggung panjangnya antrean haji, bahkan tak sedikit yang harus berpulang sebelum sempat berangkat.
“Banyak saudara kita yang sudah mendaftar, menunggu bertahun-tahun, bahkan ada yang lebih dulu dipanggil menghadap Allah SWT sebelum sempat berangkat. Maka kesempatan ini adalah nikmat yang luar biasa,” ujarnya.
Ia pun menitipkan pesan penting kepada para jamaah agar menjaga kesehatan, memperkuat niat ibadah, serta menjaga kebersamaan selama di Tanah Suci. Menurutnya, kekompakan dan saling menjaga antarjamaah menjadi kunci dalam menjalani rangkaian ibadah haji dengan baik.
“Fokuslah beribadah, perbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita semua bersaudara, jaga kekompakan dan kebersamaan,” pesannya penuh harap.
Sebagai penutup, Pemerintah Kabupaten Bone, lanjutnya, senantiasa mendoakan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke tanah air, serta meraih predikat haji yang mabrur.
Di antara pelukan perpisahan dan lambaian tangan, satu harapan terpatri: perjalanan ini bukan sekadar fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan spiritual menuju keberkahan dan keikhlasan yang lebih dalam. (*)


Tinggalkan Balasan