BONE– Bertempat di Lapangan Sepak Bola Dusun Bakke, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, semangat ratusan pelajar masih terasa hangat. Tiga hari kebersamaan dalam Perkemahan Terpadu Patroli Keamanan Sekolah (PKS) akhirnya ditutup dengan khidmat pada Minggu sore (3/5/2026), dipimpin oleh IPDA Chandra Wijaya selaku Inspektur Upacara.
Sebanyak 1.419 peserta dari 39 sekolah tingkat SLTA/SMK/MA dan SLTP/MTS se-Kabupaten Bone larut dalam suasana haru sekaligus bangga. Perkemahan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang belajar, berkreasi, dan membangun karakter di tengah alam terbuka.
Selama tiga hari, Lapangan Bakke berubah menjadi panggung kreativitas pelajar. Tawa dan sorak sorai mewarnai setiap perlombaan, mulai dari lomba yel-yel yang penuh semangat, ketangkasan lapangan yang menguji kekompakan, hingga senam 12 gatur lantas kreasi yang memadukan disiplin dengan seni. Tak ketinggalan, lomba tata boga, video kreatif, dance, fashion show, hingga nyanyi solo menjadi bukti bahwa generasi muda tak hanya cerdas, tetapi juga penuh talenta.
Di akhir kegiatan, SMPN 1 Ulaweng dan SMAN 15 Bone tampil gemilang dengan meraih gelar juara umum, menegaskan konsistensi mereka dalam berbagai kategori lomba.
Kasat Lantas Polres Bone, Riyanda Putra Utama, menegaskan bahwa perkemahan ini dirancang bukan hanya untuk kompetisi, tetapi sebagai wadah pembentukan karakter. Menurutnya, kegiatan ini membekali peserta dengan wawasan dan keterampilan di bidang lalu lintas, sekaligus menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab.
“Di era digitalisasi yang semakin kompleks, peran PKS sangat penting dalam menegakkan ketertiban berlalu lintas di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Lebih dari itu, perkemahan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelajar dari berbagai sekolah. Mereka belajar saling mengenal, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Dari tenda-tenda sederhana yang berdiri berjejer, lahir cerita persahabatan, kepemimpinan, hingga keberanian untuk tampil dan berkreasi.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan edukasi kepada teman sebaya dengan cara yang kreatif dan inspiratif. Harapannya, pengalaman selama perkemahan dapat dibawa kembali ke sekolah masing-masing, menjadi energi positif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Saat upacara penutupan usai, satu per satu peserta meninggalkan lokasi dengan langkah ringan, membawa pulang lebih dari sekadar kenangan. Mereka membawa nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan bekal penting untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan