BONE– Di penghujung masa putih abu-abunya, saat sebagian siswa mulai menatap masa depan dengan penuh tanda tanya, Al’Qalbi Prawiraja Hadipaty justru menutup lembaran SMA dengan tinta emas. Siswa kelas XII SMAN 13 Bone ini sukses mempersembahkan Piala Bergilir bagi sekolahnya melalui ajang Kejuaraan Basket Antar Pelajar SMA Sederajat se-Kabupaten Bone yang digelar di Lapangan Basket Merdeka Watampone.
Bersama timnya, Al’Qalbi yang akrab disapa Raja tampil impresif sejak babak awal hingga partai final. Permainan solid, kerja sama tim yang matang, serta mental juara menjadi kunci keberhasilan mereka meraih posisi tertinggi. Namun, dari sekian banyak sorotan, nama Raja bersinar paling terang di antara rekan-rekannya.
Ia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) sebuah gelar bergengsi yang diberikan kepada pemain paling berpengaruh dalam turnamen. Raja bukan hanya mencetak poin, tetapi juga menjadi motor permainan, pengatur ritme, sekaligus inspirasi di lapangan. Setiap pergerakannya seakan membawa energi baru bagi tim, memastikan kemenangan tetap berada dalam genggaman.
Menariknya, prestasi Raja tidak hanya berhenti di lapangan basket. Di balik postur atletis dan kelincahannya, ia juga dikenal sebagai atlet renang berbakat. Kini, ia bahkan telah lolos sebagai atlet Renang Selam Kabupaten Bone, dan bersiap memperkuat daerahnya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026.
Perjalanan Raja menjadi bukti bahwa dedikasi dan disiplin mampu membuka banyak pintu prestasi. Dari kerasnya lantai lapangan basket hingga dinginnya air kolam selam, ia mampu menaklukkan keduanya dengan semangat yang sama: memberi yang terbaik.
Di balik kesuksesan itu, berdiri sosok orang tua yang turut menjadi fondasi kuat. Raja adalah putra dari Muh. Said Andi Azis, SKM., M.Kes dan Hj. Suhaenah, S.ST., M.Kes keduanya merupakan purna bakti di bidang kesehatan. Nilai kerja keras, pengabdian, dan ketekunan yang diwariskan orang tuanya tampak mengalir kuat dalam setiap langkah yang ia tempuh.
Kini, saat masa SMA-nya hampir usai, Raja tak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga warisan prestasi bagi sekolahnya. Ia membuktikan bahwa akhir perjalanan di bangku sekolah bukanlah penutup, melainkan gerbang menuju panggung yang lebih besar tempat mimpi-mimpi akan diuji dan diwujudkan. (*)


Tinggalkan Balasan