BONE — Lapangan SMA Negeri 3 Bone mendadak semarak. Suara tepuk tangan, semangat para peserta, serta atmosfer kompetisi mewarnai pembukaan Talenta Fair Jilid 2, ajang tahunan yang digelar SMAN 3 Bone pada 7–11 Oktober 2026.

Mengusung semangat pengembangan bakat dan potensi generasi muda, kegiatan tersebut mempertemukan para pelajar dari berbagai sekolah dalam sejumlah cabang perlombaan seni, keagamaan, dan olahraga.

Pembukaan Talenta Fair Jilid 2 terasa semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Orang nomor satu di Kabupaten Bone itu hadir sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan.

Kedatangan Bupati Bone bersama para tamu undangan dan pejabat daerah disambut hangat oleh Kepala SMAN 3 Bone Drs. A. Abd. Gaffar, MM, jajaran guru, siswa, serta keluarga besar sekolah.

Pasukan Paskibra SMAN 3 Bone turut mengambil bagian dalam penyambutan tersebut. Dengan barisan yang rapi, para anggota Paskibra memberikan penghormatan kepada jajaran tamu kehormatan yang hadir.

Suasana semakin semarak ketika prosesi pembukaan dilakukan. Kepala SMAN 3 Bone secara resmi memukul drum sebagai tanda dimulainya Talenta Fair Jilid 2, disaksikan langsung oleh Bupati Bone.

Dentuman drum tersebut sontak disambut tepuk tangan meriah dari para guru, tamu undangan, dan siswa-siswi yang memadati area kegiatan.

Dari Panggung Seni hingga Arena Olahraga

Talenta Fair Jilid 2 bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus membangun kepercayaan diri melalui kompetisi yang sehat.

Berbagai cabang lomba disiapkan untuk peserta tingkat SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA.

Untuk tingkat SMP/MTs, perlombaan meliputi puisi, nyanyi solo, tahfidz Juz 30, basket, LKB, futsal, dan story telling.

Sementara untuk tingkat SMA/SMK/MA, peserta berkompetisi dalam cabang voli, tahfidz Juz 30, story telling, dan nyanyi solo.

Ragam perlombaan tersebut memperlihatkan bahwa talenta pelajar tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Ada yang bersinar melalui lantunan ayat suci, ada yang tampil percaya diri di atas panggung, sementara yang lain menunjukkan kemampuan dan kekompakan di arena olahraga.

Antusiasme peserta pun terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa mengikuti pengarahan dari panitia dengan penuh perhatian sebelum kemudian bersiap mengikuti masing-masing perlombaan.

Kebersamaan juga tampak ketika para peserta berfoto bersama di lapangan sekolah. Momen tersebut menjadi bagian dari semangat Talenta Fair: berkompetisi dengan sportif, tetapi tetap membangun persahabatan antarpelajar.

Dukungan untuk Talenta Generasi Muda

Kepala UPT SMAN 3 Bone Drs. A. Abd. Gaffar, MM menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati Bone di tengah kesibukannya.

Ia mengucapkan terima kasih karena Bupati Bone telah meluangkan waktu untuk hadir dan menyapa langsung para siswa SMAN 3 Bone.

Menurutnya, kehadiran kepala daerah tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi para siswa.

“Di tengah kesibukan Bapak Bupati Bone, beliau masih meluangkan waktu untuk datang menyapa siswa SMAN 3 Bone. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan dan motivasi bagi anak-anak kita.”

Bagi pihak sekolah, Talenta Fair Jilid 2 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah yang terus memberi ruang bagi siswa untuk menemukan, mengasah, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Hal senada disampaikan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan para siswa SMAN 3 Bone melalui penyelenggaraan Talenta Fair.

Menurutnya, keberadaan kegiatan seperti ini memberikan ruang kepada pelajar untuk menyalurkan bakat dan potensi yang mereka miliki.

Talenta Fair Jilid 2 pun menjadi gambaran bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik. Di dalamnya terdapat panggung yang lebih luas bagi siswa untuk berkarya, berkompetisi, berani tampil, dan menemukan potensi diri.

Selama lima hari, 7–11 Oktober 2026, SMAN 3 Bone menjadi ruang pertemuan berbagai talenta pelajar. Dari puisi hingga olahraga, dari tahfidz hingga seni suara, semuanya berpadu dalam satu semangat: memberi ruang kepada generasi muda untuk tumbuh melalui bakat yang mereka miliki.

Dan dari lapangan SMAN 3 Bone, semangat itu kembali digaungkan—bahwa setiap anak memiliki talenta, dan setiap talenta membutuhkan ruang untuk berkembang. (*)