BONE – Perjalanan panjang dan konsistensi dalam dunia olahraga akhirnya kembali mengantarkan Nadya Cintya Wahyuni ke podium tertinggi. Atlet judo putri andalan Kabupaten Bone ini sukses mempersembahkan medali emas pada kelas -63 kg putri dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang berlangsung di GOR Kompleks Stadion Lapatau, Kabupaten Bone, pada 4–6 November 2026.

Prestasi tersebut bukan sekadar tambahan koleksi medali bagi Nadya. Emas yang diraihnya menjadi bukti ketekunan, kerja keras, serta komitmennya untuk terus membawa nama Kabupaten Bone dalam setiap perhelatan olahraga tingkat provinsi.

Menariknya, meski tumbuh besar dan menempuh pendidikan di Kota Makassar, Nadya tetap setia memperkuat Kabupaten Bone. Darah olahraga judo mengalir dalam dirinya, tak lepas dari sosok sang ayah, Wahyudin Parojai, yang merupakan seorang pelatih judo. Sementara ibunya, Iriani Mustaring, berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Perkenalannya dengan olahraga judo dimulai sejak duduk di bangku SMP Kemala Bhayangkari Makassar. Kecintaannya terhadap olahraga bela diri tersebut terus berkembang hingga masa sekolah di SMAN 5 Makassar. Bahkan, setelah menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di Universitas Negeri Makassar (UNM), Nadya tetap konsisten menekuni olahraga yang telah membesarkan namanya.

Perjalanan Nadya bersama kontingen Kabupaten Bone dalam ajang olahraga tingkat provinsi juga menyimpan catatan prestasi yang menarik. Dari satu perhelatan ke perhelatan berikutnya, ia terus menunjukkan perkembangan dan kematangan sebagai seorang atlet.

Saat mewakili Bone pada Porda di Kabupaten Pangkep, Nadya berhasil membawa pulang medali perunggu. Prestasinya kemudian meningkat dengan meraih medali perak di Bantaeng. Di Kabupaten Pinrang, ia sukses naik ke podium tertinggi dengan medali emas. Selanjutnya, di Sinjai, Nadya kembali menyumbangkan medali perunggu.

Kini, di hadapan publik sendiri, Kabupaten Bone, Nadya kembali membuktikan kualitasnya. Medali emas Porprov Sulsel XVIII menjadi pencapaian istimewa sekaligus mempertegas konsistensinya sebagai salah satu atlet judo putri yang patut diperhitungkan di Sulawesi Selatan.

Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan Nadya.

Menurutnya, Nadya merupakan salah satu atlet andalan Kabupaten Bone yang selama ini selalu dipercaya memperkuat daerah dalam berbagai ajang olahraga, baik Porda maupun Porprov, termasuk sejumlah kejuaraan lainnya.

“Nadya Cintya Wahyuni merupakan salah satu atlet andalan Kabupaten Bone. Ia selalu memperkuat Kabupaten Bone dalam setiap event Porda maupun Porprov, termasuk berbagai kejuaraan. Alhamdulillah, kali ini kembali sukses menyumbangkan medali emas untuk Kabupaten Bone,” ungkap Andi Akbar.

Bagi Nadya, keberhasilan ini tentu bukan hanya tentang kemenangan di atas matras. Ada proses panjang, latihan, pengorbanan, dan konsistensi yang mengiringi setiap pertandingan. Ada pula kebanggaan tersendiri ketika mampu memberikan prestasi bagi daerah yang selalu dipercayainya untuk diwakili.

Dari Makassar, tempat ia tumbuh dan menempuh pendidikan, Nadya terus membawa nama Bone ke arena pertandingan. Perjalanan prestasinya dari Pangkep, Bantaeng, Pinrang, Sinjai, hingga kembali berjaya di Bone menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak lahir dalam satu malam.

Medali emas Porprov Sulsel XVIII menjadi bukti bahwa semangat, dedikasi, dan kesetiaan terhadap daerah mampu mengantarkan seorang atlet menuju puncak prestasi. Nadya Cintya Wahyuni telah membuktikannya: dari balik perjuangan di atas matras judo, tersimpan kebanggaan besar untuk Kabupaten Bone. (*)