Lapas Kelas II A Watampone menggelar penggeledahan rutin blok/kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Watampone, Sabtu (02/11/2024).
Penggeledahan kali ini dipimpin langsung oleh Kalapas Watampone, Saripuddin Nakku dan diikuti oleh 2 (dua) Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Danramil Kecamatan Tanete Riattang Timur, 2 (dua) Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta dari Lapas Watampone Pejabat Struktural, JFT Pembina Keamanan Pemasyarakatan dan Pengaman Pemasyarakatan (PKP/PP), Petugas Staf dan Petugas Pengamanan Lapas Watampone.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan No. PAS.5-UM.01.01-237 Tanggal 31 Oktober Tahun 2024 perihal pelaksanaan Razia Blok Hunian dan Tes Urin Lapas dan Rutan. Selain itu, kegiatan diharapkan mampu memberantas halinar dan sebagai bentuk deteksi dini dalam penegakkan dan peningkatkan serta terkandalinya keamanan dan ketertiban di Lapas Watampone.
Dalam Arahannya, Kalapas Watampone Saripuddin Nakku, menekankan pentingnya bersifat humanis selama prosis razia.
“Tetap jaga sikap humanis, tetap menghargai WBP sebagai manusia, dan hindari segala bentuk kekerasan selama kegiatan berlangsung,” ungkap Saripuddin Nakku.
“Sidak ini bentuk deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, khususnya penyalahgunaan alat komunikasi dan obat-obat terlarang dan narkotika”, Lanjut Kalapas.
Adapun barang temuan pada penggeledahan hari ini, antara lain : piring/gelas kaca, sendok, Ikat Pinggang, Paku, mata gerindra dan pisau carter.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengambilan tes urine kepada 10 (sepuluh) narapidana dan 10 (sepuluh) petugas Lapas Watampone secara acak yang diawasi langsung oleh JFT PKP/PP.
“Dari hasil pengambilan tes urine malam ini, tidak ditemukan narapidana maupun pegawai yang positif narkotika maupun obat-obatan terlarang. Hal ini menunjukkan komitmen Lapas Watampone untuk tetap bersih dari narkoba,” tutur Kalapas Watampone.



Tinggalkan Balasan