BONE– Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Aula Masjid Al Markaz Al Ma’arif, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Kabupaten Bone, Minggu (7/6/2026). Sebanyak 462 siswa kelas IX MTSN 1 Bone resmi menuntaskan perjalanan pendidikan mereka dalam acara penamatan Angkatan SERENITE 26 Tahun Ajaran 2025/2026.

Mengusung tema “Serenity Generation: Cahaya Iman, Mengukir Masa Depan Gemilang”, kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para siswa, orang tua, dan seluruh keluarga besar MTSN 1 Bone. Di balik senyum bahagia para lulusan, tersimpan perjalanan panjang selama tiga tahun menimba ilmu, menempa karakter, dan mengukir berbagai prestasi.

Kehadiran Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman Sulaiman, menambah istimewa acara tersebut. Turut hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, Kepala MTSN 1 Bone H. Ambo Asse, Ketua Komite Muh. Tahir Arfah, jajaran Kementerian Agama, para guru, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Bagi Kepala MTSN 1 Bone, H. Ambo Asse, momen penamatan bukan sekadar seremoni pelepasan siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi refleksi atas perjuangan bersama dalam mendidik generasi muda.

Di hadapan ratusan siswa dan orang tua, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Namun, bagian paling menyentuh dari sambutannya hadir saat ia mewakili seluruh guru menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan siswa.

Dengan penuh ketulusan, H. Ambo Asse mengakui bahwa selama proses pendidikan mungkin terdapat ucapan maupun tindakan yang kurang berkenan. Baginya, seluruh upaya yang dilakukan para guru semata-mata bertujuan membimbing dan membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Suasana haru juga dirasakan Ketua Komite MTSN 1 Bone, Muh. Tahir Arfah. Ia mengaku bangga karena untuk pertama kalinya selama tiga periode menjabat sebagai ketua komite, acara penamatan sekolah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bone.

Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya madrasah yang selama ini terus berkontribusi mencetak generasi berprestasi.

Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM memberikan pesan yang membangkitkan optimisme para lulusan. Ia menilai MTSN 1 Bone sebagai salah satu madrasah unggulan yang telah melahirkan banyak alumni sukses di berbagai bidang.

Bupati menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan gemilang. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam keluarga maupun lingkungan pendidikan yang dapat menghambat tumbuhnya potensi anak. “Semua anak harus hebat,” tegasnya di hadapan para peserta yang memenuhi aula.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawal tumbuh kembang anak, terutama di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu perhatian serius yang disampaikan kepada para orang tua agar terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap putra-putrinya.

Di balik pesan-pesan tersebut, Bupati menyelipkan harapan besar. Dari 462 siswa yang ditamatkan hari itu, menurutnya bukan tidak mungkin akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi daerah, bangsa, dan negara.

“Mungkin di antara mereka ada yang akan menjadi bupati, menteri, atau pemimpin besar di masa mendatang,” ungkapnya.

Tak hanya diisi prosesi penamatan, acara juga dimeriahkan berbagai penampilan dan kreativitas siswa-siswi MTSN 1 Bone. Beragam atraksi yang ditampilkan berhasil memukau para tamu undangan dan menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga mengembangkan bakat dan kepercayaan diri peserta didik.

Keceriaan semakin terasa saat Bupati Bone mengajak siswa dan orang tua berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Suasana aula yang semula khidmat berubah menjadi penuh semangat ketika peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diberikan.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Bupati memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta kepada setiap peserta yang berhasil menjawab dengan benar. Sorak-sorai dan tepuk tangan pun menggema, menutup rangkaian acara dengan penuh kebahagiaan.

SERENITE 26 akhirnya bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di bangku madrasah. Lebih dari itu, ia menjadi simbol lahirnya generasi yang siap melangkah dengan cahaya iman, membawa harapan, serta mengukir masa depan yang gemilang bagi Bone dan Indonesia. (*)