BONE – Derap langkah para peserta memenuhi ruas jalan di Kota Watampone, Rabu (5/8/2026). Ribuan siswa, aparatur sipil negara, hingga unsur pemerintah kecamatan tampil penuh semangat dalam Lomba Gerak Jalan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Tak sekadar menjadi ajang perlombaan tahunan, kegiatan ini menghadirkan semarak kemerdekaan yang menyatukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari siswa SD, SMP, SMA/sederajat hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat ikut ambil bagian, menampilkan barisan yang rapi, kompak, dan penuh percaya diri.

Di sepanjang rute, tepuk tangan masyarakat mengiringi setiap regu yang melintas. Berbagai variasi formasi baris-berbaris menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan hasil latihan yang tidak hanya mengedepankan kekompakan, tetapi juga kreativitas.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa gerak jalan bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun karakter dan semangat kebersamaan.

“Kita minta seluruh pejabat ikut andil dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Kemudian seluruh siswa yang tadi kita lihat bersama belajar kegiatan baris-berbaris. Di situ ada kedisiplinan, kekompakan, kebersamaan, melatih kemandirian, termasuk belajar berbagai variasi formasi baris-berbaris,” ujar Bupati Bone.

Menurutnya, keterlibatan pelajar menjadi bagian penting dalam membentuk mental dan keberanian generasi muda untuk tampil di depan publik. Karena itu, pemerintah sengaja melibatkan sebanyak mungkin peserta dari kalangan sekolah.

“Di sini juga kita sengaja mengundang seluruh siswa-siswi untuk belajar tampil. Ini menjadi pengalaman yang baik bagi mereka,” katanya.

Tak hanya pelajar, seluruh OPD juga diwajibkan ikut berpartisipasi. Bupati menilai keterlibatan ASN dan non-ASN dalam gerak jalan menjadi momentum untuk membangun disiplin, terutama dalam pelaksanaan upacara-upacara resmi.

“Salah satunya agar seluruh ASN dan non-ASN terbiasa menjaga sistem baris-berbaris yang benar. Terkadang dalam pelaksanaan upacara masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Dengan latihan seperti ini, minimal sekali dalam setahun, mereka kembali membiasakan diri dengan tata upacara yang baik,” jelasnya.

Semarak peringatan kemerdekaan juga membawa dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat. Di sepanjang lokasi kegiatan, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan keramaian dengan menjajakan aneka makanan, minuman, dan produk lokal.

Bupati Bone mengatakan, kegiatan ini memang dirancang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

“Kemudian yang kedua, tentu kita ingin mendorong seluruh pelaku UMKM yang ada di wilayah kegiatan ini, utamanya di kota. Tidak sedikit perputaran ekonomi yang terjadi. UMKM sudah panen, sementara masyarakat sebagai konsumen juga menikmati jajanan dari para pedagang,” ungkapnya.

Gerak jalan pun menjadi lebih dari sekadar tradisi menyambut Hari Kemerdekaan. Di balik langkah yang serempak dan barisan yang tertata, tersimpan nilai disiplin, kebersamaan, keberanian, serta semangat gotong royong yang terus diwariskan kepada generasi muda. Pada saat yang sama, denyut ekonomi masyarakat ikut bergerak, menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai momentum yang memberi manfaat luas bagi Kabupaten Bone. (*)