BONE– Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone di Jalan Hasanuddin, Kecamatan Tanete Riattang, dipenuhi deretan alat dan mesin pertanian (alsintan). Mulai dari combine harvester, traktor roda dua dan roda empat, hingga pompa air dan hand sprayer berjajar rapi menunggu untuk diserahkan kepada kelompok tani.

Namun, sebelum prosesi penyerahan dimulai, ada pemandangan yang mencuri perhatian.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang mengenakan setelan jas hitam dipadukan songkok hitam, tidak langsung menuju podium. Ia memilih menyusuri barisan kursi tempat para petani duduk sejak pagi, menyalami mereka satu per satu.

Obrolan ringan pun mengalir. Bukan sekadar sapaan formal, melainkan percakapan tentang musim tanam, kebutuhan air irigasi, hingga harapan para petani terhadap bantuan alsintan yang akan mereka terima. Suasana terasa hangat. Senyum para petani mengiringi setiap jabat tangan yang terjalin.

Setelah menyapa para petani, Andi Asman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tamu undangan meninjau deretan alsintan yang telah disiapkan sebelum akhirnya menyerahkan bantuan secara simbolis.

Kamis (23/7/2026) itu menjadi momentum penting bagi sektor pertanian Bone. Pemerintah Kabupaten Bone menyalurkan sebanyak 1.568 unit alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani yang tersebar di 27 kecamatan.

Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi pendanaan dari APBN, APBD Provinsi Sulawesi Selatan, dan APBD Kabupaten Bone sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan modernisasi pertanian.

Turut mendampingi Bupati Bone dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Andi Zainal Wahyudi, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Akbar, Kepala Satpol PP Andi Baharuddin, para camat, penyuluh pertanian se-Kabupaten Bone, perwakilan kelompok tani, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone bersama jajaran.

H. Andi Asman menjelaskan sekitar 500 unit alsintan diserahkan secara simbolis pada hari itu. Sementara secara keseluruhan, sebanyak 1.568 unit akan didistribusikan kepada kelompok tani di seluruh wilayah Kabupaten Bone sepanjang tahun ini.

Jenis bantuan yang diberikan meliputi combine harvester crawler, traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air berkapasitas 6 inci, 4 inci, dan 3 inci, serta hand sprayer.

“Kita distribusikan hari ini ada beberapa jenis, combine, roda empat, roda dua, pompa enam inci, pompa empat inci, pompa tiga inci, dan hand sprayer. Kita pastikan seluruh kelompok tani bisa bekerja secara maksimal, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujar Andi Asman.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, bantuan alsintan bukan sekadar penyerahan peralatan. Di balik mesin-mesin itu tersimpan target besar untuk mendorong peningkatan produksi pangan.

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program PMAAS yang diharapkan mampu mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga mencapai IP 300 bahkan IP 400 di sejumlah kawasan pertanian.

Andi Asman optimistis pemanfaatan alsintan secara maksimal akan meningkatkan produktivitas sawah Bone. Produksi padi yang selama ini rata-rata berada di kisaran 7 ton per hektare ditargetkan meningkat menjadi 9 hingga 10 ton per hektare.

“Semoga sarana yang diberikan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan hasil dan pendapatan petani,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bone, Nurdin. Ia menjelaskan seluruh bantuan tahun ini berasal dari APBN, APBD Provinsi Sulawesi Selatan, dan APBD Kabupaten Bone.

Menurutnya, Kabupaten Bone memiliki potensi pertanian yang sangat besar dengan hamparan sawah irigasi seluas 43.107 hektare, sawah rawa pasang surut seluas 5.914 hektare, serta sawah rawa lebak seluas 1.193 hektare.

Saat ini rata-rata produktivitas padi berada pada kisaran 5 hingga 7 ton per hektare, sedangkan jagung mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Kehadiran alsintan diyakini akan mempercepat proses budidaya sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani.

Nurdin berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dirawat oleh kelompok tani penerima agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada kelompok tani yang belum memperoleh bantuan akibat keterbatasan jumlah alsintan yang tersedia.

Di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, modernisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Kehadiran 1.568 unit alsintan bukan sekadar menambah jumlah mesin di sawah-sawah Bone, tetapi menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.

Sebab pada akhirnya, setiap traktor yang mulai bergerak, setiap pompa air yang mengalirkan kehidupan ke lahan pertanian, dan setiap combine harvester yang memanen bulir padi, menyimpan harapan agar hasil panen petani Bone semakin melimpah dan masa depan pertanian daerah ini terus bertumbuh. (*)