BONE–Launching Gerakan Pertanian Masuk Sekolah (PMS), sebuah inisiatif pemanfaatan pekarangan sekolah sebagai alternatif sumber pangan. Kegiatan ini ditandai dengan tanam perdana aneka sayur-mayur oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, didampingi oleh Pj. Sekda Bone H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si, serta sejumlah pejabat penting lainnya bertempat di SMPN 3 Watampone.

Momen ini menandai langkah besar Bone dalam menjawab isu ketahanan pangan dan pendidikan karakter berbasis lingkungan. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Drs. A. Fajaruddin, MM, Plt. Kadis TPHP Bone Ir. Muh. Risal, M.Si, para kepala UPT SMA/SMK, dan kepala SMP se-Kota Watampone.

Kadis Pendidikan Kabupaten Bone Drs. A. Fajaruddin, MM menegaskan dukungan penuhnya terhadap program ini. “Kita patut mengapresiasi program ini. Pertanian Masuk Sekolah bukan hanya tentang bercocok tanam, tapi juga tentang pembelajaran, pengembangan minat, serta langkah konkret menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Tak sekadar kegiatan fisik, program ini telah dirancang terintegrasi ke dalam sistem pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bahkan tengah menyusun kurikulum Ketahanan Pangan Lokal yang akan masuk dalam mata pelajaran Muatan Lokal. Kurikulum ini dikerjakan bersama berbagai pihak, salah satunya adalah ICRAF (International Centre for Research in Agroforestry), sebuah lembaga yang dikenal dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

“Mulai tahun ajaran baru, kurikulum ini akan diterapkan di jenjang SD dan SMP. Harapannya, siswa tidak hanya belajar di kelas, tapi juga turun langsung memahami pentingnya pangan lokal dan cara mengelolanya,” jelas Fajaruddin.

Di sela kegiatan, Bupati Bone menyampaikan bahwa program ini bukan hanya soal menanam, tapi juga soal membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pangan dan kemandirian. Ia berharap inisiatif ini bisa menjadi salah satu pemasok utama dalam program makanan bergizi gratis untuk pelajar, yang saat ini tengah digencarkan.

Dengan dimulainya program ini di SMPN 3 Watampone, gerakan Pertanian Masuk Sekolah resmi mengakar. Tidak hanya menghadirkan harapan baru untuk pendidikan kontekstual, tetapi juga menjanjikan masa depan ketahanan pangan yang lebih kuat di Kabupaten Bone. (*)